News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Makam Nyai Ageng Serang Ditengah Waduk Kedung Ombo

Makam Nyai Ageng Serang Ditengah Waduk Kedung Ombo

 Makam Nyai Ageng Serang Ditengah Waduk Kedung Ombo

 

caption foto : Makam Nyai Serang (ft. Eko Prasetyo)

Penulis : Eko Prasetyo (Alexa IT.com)

Boyolali – Di Waduk Kedung Ombo (WKO) terdapat sebuah makam terapung, “makam itu adalah makam Nyi Ageng Serang,” ungkap Darso, penduduk desa Nampu, Grobogan.

Menurut Darso, makam itu dikeramatkan oleh warga sekitarnya. Untuk mencapai lokasi makam tersebut, pengunjung harus menggunakan perahu atau sampan atau speed boat.

“Makam itu adalah makam Nyi Ageng Serang,” ungkap Darso saat itu berada Dusun Bulu Serang, Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali.

Darso mengatakan, untuk sampai ke makam tersebut, ada tiga pintu masuk. Baik dari Kabupaten Grobogan, Sragen, maupun Boyolali. Namun dirinya lebih memilih masuk dari Desa Wonoharjo. “Tapi kali ini saya melalui Dusun Bulu Serang, Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu, Boyolali. Kebetulan di Dusun Bulu Serang ada tempat wisata waduk Kedung Ombo,” lanjutnya.

Dijelaskan, antara Dusun Bulu Serang dengan lokasi makam dengan menaiki perahu boat memerlukan waktu sekitar 15 menit. Sewa perahunya Rp 100.000 perjalanan pulang pergi. Kemudian dirinya berada di makam sekitar 30 menit.

Sementara itu pemilik perahu boat yang mengantar menuju makam, Paijo, Nyi Ageng Serang merupakan seorang pahlawan melawan penjajah yang berasal di daerah setempat. Nyi Ageng Serang bernama asli Raden Ajeng Kustiyah Wulaningsih Retno Edi. Ia adalah anak Pangeran Natapraja yang menguasai wilayah dari Kerajaan Mataram di Serang perbatasan Sragen-Grobogan.

Nyi Ageng Serang, menurut Parijo, dulu dikenal sebagai penyebar agama Islam di daerah Sragen, Boyolali dan Grobogan. Nyi Ageng Serang meninggal pada tahun 1828 dan dimakamkan di Dusun Bulu Serang, Desa Wonoharjo.

“Dulu area pemakaman berada di daratan di atas perbukitan. Tapi karena daerah tersebut terkena pembangunan Waduk Kedung Ombo maka makam tersebut menjadi berada di tengah waduk,” lanjutnya.

Kini makam Nyi Ageng Serang, kata Parijo, berupa bangunan kecil mengapung di tengah waduk Kedung Ombo berukuran sekitar 12 x 8 meter. Samping kiri kanan pintu masuk terpasang bendera Merah Putih.

“Setiap bulan Suro atau Muharam, banyak dikunjungi wisatawan yang hendak berziarah,” ujarnya.




Tags

Masukan Pesan

Silahkan masukan pesan melalui email kami.