News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Program PMM 2 UNS Usai, Berikut Kesan-Kesan Peserta dari Berbagai Universitas di Indonesia

Program PMM 2 UNS Usai, Berikut Kesan-Kesan Peserta dari Berbagai Universitas di Indonesia

Program PMM 2 UNS Usai, Berikut Kesan-Kesan Peserta dari Berbagai Universitas di Indonesia



ditulis kembali oleh Eko Prasetyo (Alexainfoterkini.com), foto : istimewa

 SOLO— Lebih dari 100 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia selesai mengikuti Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) selama satu semester di Universitas Sebelas maret (UNS) Surakarta. Berakhirnya PMM Batch 2 di UNS tahun ini ditandai dengan closing ceremony dan festival budaya yang di gelar pada Rabu (21/12/2022) di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS.

PMM merupakan salah satu bagian dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek). Selama satu semester, para peserta akan mengikuti perkuliahan di kampus tujuan. Pada batch ini, UNS menerima lebih dari 100 mahasiswa yang berasal dari berbagai provinsi, dari Aceh hingga papua. Dalam kesempatan ini, uns.ac.id akan membagikan pengalaman dari para peserta PMM Batch 2 di UNS.

Maria Elisabeth Mofu
Universitas Mesamus Merauke, Papua


Mahasiswa Program Studi (Prodi) Sastra Inggris ini mengatakan bahwa PMM di UNS menjadi salah satu pengalaman luar biasa yang ia dapatkan. Meskipun sempat mengalami culture shock karena perbedaan budaya dan kuliner, tetapi Ia dapat beradaptasi dengan cepat.

“Materi perkuliahan di UNS lebih cepat, jadi agak sedikit kaget karena sudah ada di tahap ini, tapi saya belum. Terus, kami orang Papua kan gaya bicaranya keras dan cepat, jadi kelihatan seperti orang marah. Nah, saya berusaha menyesuaikan supaya ngomongnya agak pelan dan lembut. Kuliner juga berbeda karena di sana pedas, tapi di Solo manis-manis,” ungkapnya.

Maria Elisabeth Mofu atau yang kerap disapa Lisa memilih UNS sebagai kampus tujuan karena ketersediaan mata kuliah yang lebih banyak dibanding universitas lain. Selain itu, tempat tinggal yang aman, nyaman, dan biaya hidup murah juga menjadi pertimbangan Lisa menjatuhkan hati ke UNS. Total, terdapat 12 mahasiswa dari Universitas Mesamus Merauke yang mengikuti PMM di UNS.

Putri Melinda
Universitas Negeri Medan, Sumatera utara


Mahasiswa yang kerap disapa Putmel ini mengaku senang mengikuti PMM karena mendapat banyak teman dan jejaring. Selain itu, pengalaman dan pengetahuan mengenai sejarah juga semakin bertambah karena Solo merupakan salah satu kota sejarah dan pusat kebudayaan Jawa. Putmel mengatakan bahwa perbedaan yang cukup mencolok terdapat pada perkuliahan, kuliner, dan perbedaan waktu.

“Kalau di Unimed, ada enam tugas wajib, tapi kalau di UNS lebih fleksibel bergantung dosen. Ujian akhirnya juga engga ada yang daring, kebanyakan berbentuk project dan kelompok. Dari segi makanan, di Medan kan pedes-pedes, tapi di Solo manis. Meskipun masih sama-sama WIB, tapi jam 6 sore di Medan masih terang, di Solo udah gelap,” tuturnya.

Mahasiswa semester tiga ini juga mengatakan bahwa biaya hidup di Solo sangat terjangkau dan masyarakatnya ramah-ramah. Ia juga berpesan agar mahasiswa tidak sungkan untuk memilih UNS sebagai kampus tujuan dalam PMM karena menawarkan banyak mata kuliah serta dosen-dosen yang berpengalaman pada bidangnya, terutama di Prodi Sastra Inggris. 

Defrianto
Universitas Bosowa, Sulawesi Selatan

“Senang ikut PMM karena dapat banyak temen dari luar daerah dan berbagai suku. Waktu awal agak culture shock karena di sini kuliahnya lebih tertib dan ketat, orangnya ramah-ramah, makanannya manis-manis. Jadi, misal ketemu orang di jalan, pasti saling tegur sapa,” ungkapnya.

Mahasiswa Prodi Manajemen ini memilih UNS sebagai kampus tujuan karena banyak mata kuliah yang ditawarkan dan sinkron dengan kampus asal. Ia juga mengambil mata kuliah di beberapa prodi lain, seperti Prodi Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP).

Resana Mariati Tolaik
Universitas Kristen Artha Wacana, Nusa Tenggara Timur


“Saya bersyukur bisa ikut PMM di UNS. Kalau buat adaptasi, mungkin yang agak kerasa ada di makanan karena saya suka pedas, tapi makanan di sini manis-manis,” ungkapnya.

Mahasiswa Prodi Pendidikan Biologi ini berharap agar PMM ke depan dapat tertata lebih baik dan banyak program yang dapat mengakrabkan satu sama lain.

Surni Ahyatul Fitri
Universitas Mataram, Nusa Tenggara Barat

Mahasiswa Prodi Sastra Inggris ini mengaku bahwa mengikuti PMM menjadi pengalaman yang sangat seru dan berharga. Ia berpesan agar kegiatan PMM dapat ditingkatkan kembali, baik dari segi pendanaan maupun susunan kegiatan.

“Buat kalian yang mau ikut PMM, jangan lupa siapkan bekal, baik fisik, mental maupun finansial,” tutur Surni.

Meyra
Universitas Negeri Medan, Sumatera Utara

“Ikut PMM bisa nambah pengalaman, terus juga bisa buat studi banding, jadi bisa tau sistem belajar di UNS seperti apa. Kalau tugas, lebih banyak di Unimed karena kami ada kurikulum KKNI, tiap mata kuliah ada enam tugas wajib. Jadi, misal ada sepuluh mata kuliah, berarti tugas wajibnya ada 60,” tutur Meyra.

Ia juga mengatakan bahwa orang Solo ramah-ramah sehingga Ia menjadi mudah bergaul dengan teman-teman di UNS. Mahasiswa Prodi Sastra Inggris ini menuturkan bahwa cara dosen memanggil mahasiswa di Unimed dan UNS juga berbeda. Dosen di UNS memanggil mahasiswa dengan sapaan ‘mas/mba’, berbeda dengan di Unimed yang langsung menyapa dengan nama.

“Bagi mahasiswa yang mau daftar PMM di UNS, boleh banget karena lingkungannya asyik dan teman-teman di sini ramah,” pungkasnya. 





Tags

Masukan Pesan

Silahkan masukan pesan melalui email kami.