News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Belajar Menjadi Pemimpin Kreatif & Inspiratif Berbasis Keteladanan

Belajar Menjadi Pemimpin Kreatif & Inspiratif Berbasis Keteladanan

 Belajar Menjadi Pemimpin Kreatif & Inspiratif Berbasis Keteladanan


Dr. Muhammad Rohmadi, M.Hum.

Dosen PBSI FKIP UNS, Ketua Umum ADOBSI, & Pegiat LIterasi Arfuzh Ratulisa

Email: rohmadi_dbe@yahoo.com/Youtube: M Rohmadi Ratulisa


"Kawan, indahnya malam bertabur bintang saat menikmati wedang uwuh tentu akan membuka kenangan, imajinasi, dan inspirasi yang tidak lekang oleh waktu"

Menjadi pemimpin itu tidak mudah karena harus memiliki keteladanan dalam berbagai konteks kehidupan. Suasana malam sehabis diguyur hujan ternyata membuat suasana semakin terasa dingin mengelitik  dan memantik semangat untuk bersilaturahmi dan berdiskusi dengan sahabat lama saya, yakni Mas Taufik Abdul Gani yang terkenal dengan panggilan akrab dengan Mas Topgan di wedangan Sakaw Coffe Kota Surakarta. Saya kenal dengan Mas Topgan ini saat sama-sama menjadi nahkoda perpustakaan, saya menahkodai perpustakaan UNS tahun 2015-2019  dan Mas Topgan menahkodahi perpustakaan Unsyiah Banda Aceh tahun 2015-2019. Kemudian kami disatukan komunikasi dan kerja sama antarnahkoda perpustakaan perguruan tinggi negeri dalam forum komunikasi yang dikenal dengan FKP2TN yang diketuai oleh Mas John Noor sekaligus sebagai kepala perpustakaan Universitas Brawijaya waktu itu. Begitu indah dan menarik saat Mas Topgan memberi kabar kalau sedang ada kegiatan di kota Solo, akahirnya malam sehabis salat tarwih, 30 Maret 2021 pukul 20.30-23.30 kita bersilaturahmi dan ngobrol santai sambil menikmati wedang uwuh di salah satu wedangan Sakaw Coffe di kota  Surakarta.

Banyak hal yang didiskuiskan bersama Mas Topgan, antara lain masalah kepemimpinan berbasis keteladanan sepanjang kami dulu menjadi nahkoda perpustakaan dan pegiat literasi Arfuzh Ratulisa. Hal ini dipantik saat saya mengatakan bahwa kata kunci utama menjadi nahkoda yakni menyenangi tugas kita sepenuh hati dan menjadi teladan bagi anak buahnya dalam setiap pikiran, tindakan, dan inovasi yang dilakukan bukan sekadar kata-kata. Hal ini memancing Mas Topkan membuka HP nya, lalu menujukkan salah satu foto yang berisi Tulisan “Keteladaan itu lebih baik dari seribu nasihat”. “Pak Rohmadi, apa yang dikatakan tadi, sama persis yang tertulis di PT Sritex yang tadi baru saja saya kunjung bersama teman-teman dalam kunjungan lapangan” kata Mas Topgan kepada saya. Merujuk hal tersebut bahwa kepemimpinan berarti keteladanan dalam segala hal yang dilaksanakan dengan sepenuh hati, ikhlas, tanpa paksaan, dan selalu menjadi pemantik motivasi dan menginspirasi semua orang di sekitar kita. Oleh karena itu, menjadi seorang pemimpin harus siap menjadi teladan dalam berbagai konteks yang dilakukan sebagai tupoksinya untuk membawa perubahan menjadi yang lebih baik, “Kawan, memberi contoh dan teladan itu mudah tetapi menjadi contoh dan teladan itu tidak semudah membalikkan telapak tangan”.

Sosok pemimpin di mana pun berada, dalam konteks pemerintahan atau pun perusahaan harus memiliki landasan keteladanan dan memberikan layanan prima untuk bekerja, berpikir kreatif, inovatif, produktif, dan inspiratif bagi seluruh masyarakat yang dapat melihatnya. Apabila kepemimpinan sudah dinilai dengan semangat untuk mengabdikan diri kepada lembaga yang dipimpin maka terjadilah komitmen dan integritas kelembagaan yang sangat kuat. Pemimpin sejati harus mempu menjadi contoh dan teladan bagi sleuruh anak buahnya untuk meluruskan niat, bahwa: (1) diniatkan pengabdiannya untuk ibadah, (2) membagun supertim yang memiliki integritas dan komitmen kelembagaan yang kuat, (3) memiliki pemikiran kreatif dan kritis dalam segala situasi dan kondisi, (4) mampu bekerja secara mandiri dan kelompok untuk segala situasi, dan (5) menghasilkan peta jalan pengembangan dan perubahan secara berkelanjutan, (6) menghasilkan karya nyata sebagai wujud pembeda karya nyata perubahan, dan (7) melakukan evaluasi secara berkelanjutan dan menindaklanjuti secara disiplin sesuai dengan evaluasi diri yang dilaksanakan. Dengan demikian, sosok pemimpin yang dirindukan umat akan selalau hadir dan memberikan solusi terbaik kepada anak buahnya dalam segala situasi dan kondisi apa pun. 

Sosok pemimpin memang harus selalau hadir dalam situasi apa pun dengan menjadi penyejuk, penyemangat, pemberi solusi, dan penanggung jawab segala permasalahan yang dihadi. Oleh karena itu, sosok pemimpin sejati abad ke-21 memang harus mampu: mengenali, memetakan, memahami, menemukan solusi, dan memecahkan masalah tanpa maslaah dalam segala situasi dan kondisi yang dihadai. Berbagai permasalahan tentu akan selalau timbul tenggelam seperti benda yang terapung di atas lautan tetapi ide kreatif apa yang harus dilakukan untuk dapat memanfaatkan dan memberdayakan benda tersebut, itulah solusi kreatif dan cepat yang harus dilakukan oleh seorang pemimpin sejati. Keberagaman dan keunikan permasalahan tentu akan memantik semangat dan pemikiran untuk terus dilakukan secara cepat dan kreatif dalam menyelesaikan masalah secara bertahap dan berkelanjutan dengan melibatkan semua pihak yang terkait dan kompeten dengan bidang permaslahan tersebut. Dengan demkian, segala persoalan harus dapat dilokalisir dan dipetakan sesuai dengan sekala prioritas untuk diselesaikan dengan cepat dan tidak menimbulkan permasalahan yang baru.

Inovasi tiada henti merupakan kunci pengembangan sosok pemimpin yang harus dilakukan dalam segala situasi dan kondisi. Hal ini menjadi bagain obrolan saya dengan Mas Topgan di Wedangan Solo seraya menikmatik wedang uwuh yang segar dan joss gandhos pokoknya. Apabila dapat dirangkai menjadi pemantik dan sumber  literasi dengan ratulisa (rajin menulis dan membaca) bagi multigenerasi NKRI dapat  disimpulkan bahwa, saat kita diamanahai sebagai pemimpin maka: (1) diterima dengan niat untuk ibdah, (2) menerima ikhlas dan hati yang bahagia untuk menjalankan amanah sepenuh hati, (3) melakuakan inovasi dengan berbagai kreativitas yang kekinian, (4) libatkan semua pihak untuk turut serta berkontribusi dalam inovasi yang sedang dilaksanakan, (5) bagun kerja sama dengan kemitraan yang mendukung, (6) evaluasi setiap produk inovasi yang dihasilkan harus dikontrol, dan (7) ssialisasikan produk sebagai pembeda yang dihasilkan sebgai bentuk perubahan secara berkelanjutan kepada semua pihak dalam dan luar negeri. Dengan demikian, sosok pemimpin sejati yang dirindukan umat abad xxi merupakan sosok yang selalu berpikir kreatif, inovatif, produktif, inspiratif, dan berkarakter kuat dalam segala situasi dan kondisi. 

Akhirnya, obrolan malam itu kita akhir dan untuk Mas Topgan, selamat menjalankan amanah baru sebagai Kepala Pusat Data dan Informasi di Perpustakaan Nasional dan semoga sukses dan lulus menjalani Pendidikan 7 bulan di Lemhanas RI yang saat ini sedang dijalani. Doa kami semua dari keluarga besar

Tags

Masukan Pesan

Silahkan masukan pesan melalui email kami.