News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Tim MBKM UNS Gandeng Kantor Pos Permudah Ekspedisi di Desa Tegalmulyo

Tim MBKM UNS Gandeng Kantor Pos Permudah Ekspedisi di Desa Tegalmulyo

Tim MBKM UNS Gandeng Kantor Pos Permudah Ekspedisi di Desa Tegalmulyo


SOLO  Tim Hibah Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Universitas Sebelas Maret (UNS) bantu jalan distribusi Kopi Sapuangin Desa Tegalmulyo. Kopi Sapuangin merupakan komoditas lokal desa tersebut. Dalam program ini, Kelompok 383 MBKM UNS bekerja sama dengan Kantor Pos Indonesia.

Kerja sama tersebut dilakukan melalui program kemitraan Kantor Pos yang bernama O-Ranger. Kerja sama ini dilatarbelakangi oleh sulitnya aksesibilitas pendistribusian komoditas lokal khususnya Kopi Sapuangin melalui ekspedisi kepada masyarakat luar yang jauh dari jangkauan produsen.

“Komoditas lokal tentunya merupakan hal yang sangat krusial dalam kepariwisataan karena salah satu daya tarik wisatawan adalah hal tersebut,” ujar Ihya Pradnya Sayoga selaku ketua tim dalam siaran persnya, Rabu (31/5/2023).

Sebelum menjalin kerja sama antara pihak yang menjadi O-ranger dan Kantor Pos melakukan beberapa persiapan. Tim Hibah MBKM UNS melakukan visitasi dan konsultasi terkait program O-Ranger dengan pihak Kantor Pos Indonesia yang berlokasi di Kota Klaten. Selanjutnya, Tim Hibah MBKM melakukan pemantauan dan evaluasi bersama dengan pihak O-ranger dan perangkat dusun yang ada pada Senin (15/5/2023).

“Kemudian disepakati bahwa kemitraan yang sesuai dengan kondisi pihak produsen Kopi Sapuangin ialah O-ranger Toko. Hal tersebut dikarenakan produsen Kopi Sapuangin telah memiliki toko sendiri untuk penjualan produk komoditas tersebut,” terangnya.

O-ranger toko atau istilah lainnya ialah PosAja Drop Point adalah sistem badan usaha atau perorangan yang ditunjuk untuk menjalin kemitraan dengan Kantor Pos. O-ranger menyediakan tempat untuk mengumpulkan barang ataupun surat dari pelanggan yang kemudian nantinya akan dijemput oleh Kantor Pos Indonesia.

Paket ataupun surat tersebut boleh dari pribadi ataupun pelanggan lain yang memerlukan jasa pengiriman. Selain itu, pihak yang menjadi O-ranger tersebut akan mendapat fee/imbalan sebesar 10% dari omset bea dasar selama satu bulan dan diberikan per bulannya oleh Kantor Pos Indonesia.

Melalui adanya O-ranger ini tentu saja dinilai sangat membantu dalam pendistribusian komoditas lokal Kopi Sapuangin yang sebelumnya sangat terbatas. Selain itu, hadirnya O-ranger di Desa Tegalmulyo dinilai ekonomis bagi pihak lain yang membutuhkan jasa pengiriman barang mengingat kantor pos terdekat yang berlokasi di Kemalang berjarak 14 km dari Desa Tegalmulyo.

“Hal ini tentunya relevan dengan tujuan dari program MBKM yaitu mengidentifikasi dan mengembangkan potensi serta menemukan solusi dari permasalahan yang dihadapi,” pungkas Ihya.

Tags

Masukan Pesan

Silahkan masukan pesan melalui email kami.