News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

OPINI Dr. Rohmadi : Menjadi Santri Kreatif, Produktif, Berkarakter, dan Inspiratif Abad XXI

OPINI Dr. Rohmadi : Menjadi Santri Kreatif, Produktif, Berkarakter, dan Inspiratif Abad XXI

 OPINI Dr. Rohmadi : Menjadi Santri Kreatif, Produktif, Berkarakter, dan Inspiratif Abad XXI 


Dr. Muhammad Rohmadi, S.S., M.Hum.

Dosen PBSI FKIP UNS, Ketua Umum ADOBSI, & Penggiat Literasi Arfuzh Ratulisa

Email: rohmadi_dbe@yahoo.com/Youtube: M Rohmadi Ratulisa


"Kawan,  santri kreatif, produktif, berkarakter, dan inspiratif akan membuka ruang-ruang kesemestaan mimpi dan imajinasi multigenerasi NKRI sepanjang hari"

Kawan, setiap tanggal 22 Oktober diperingati sebagai hari santri. Puncak peringatan hari santri ke-78 sejak 22 Oktober 1945 sampai  22 Oktober 2023 diperingati di Kota Surabaya. Peringatan hari Santri Indonesia ke-78 di Surabaya dengan tema “Jihad santri jayakan negeri” dipimpin langsung oleh Presiden RI, Bapak Ir. Joko Widodo sekaligus disertai berbagai kegiatan sebagai perwujudan kreativitas, produktivitas santri-santri di Indonesia untuk menginspirasi multigenerasi NKRI. Berbicara santri tentu pikiran kita tertuju pada pondok pesantren sebagai rumah besar untuk belajar bagi santri-santri di seluruh wilayah NKRI. Dahulu, ada rumor yang pernah didengar para penutur masyarakat bahwa “Belajar di pondok pesantren, kalau belum memiliki tanda pada kaki atau tangan sebagai bekas gatal-gatal itu belum sah”. Apa yang disampaikan dalam rumor tuturan tersebut semoga tidak pernah terjadi dan sudah tidak berlaku lagi bagi santri-santri di seluruh wilayah NKRI abad xxi. Santri abad xxi harus memiliki kompetensi hardskill dan softskill yang kreatif, inovatif, produktif, berkarakter, dan inspiratif.  

Santri abad xxi harus memiliki pemikiran dan tindakan kreatif dalam semua konteks kehidupan. Para santri Indonesia jangan lagi hanya belajar agama tetapi harus mampu memiliki keduanya, yakni ilmu agama sebagai pondasi dasar untuk membentuk akhlak budi pekerti yang baik sedangkan ilmu pengetahuan sebagai modal untuk berpikir kreatif, kritis, kolaboratif, dan komunikatif sebagai perwujudan ketrampilan abad xxi. Santri-santri di Indonesia harus mampu bersaing dalam pengembangan ilmu pengetahuan dengan perwujudan karakter sebagai ciri pembeda untuk terus berliterasi dengan Ratulisa (rajin menulis dan membaca). Santri harus hadir sebagai pionir muda-mudi yang memiliki pembeda dalam hal religi dan pikiran kreatif untuk mewujudkan produktivias, karakter, dan inspirasi bagi multigenerasi NKRI. Pondok pesantren sebagai rumah belajar agama dan ilmu pengetahuan harus dapat menjadi teladan sebagai pusat sumber belajar berbasis pesantren dengan aneka pembeda yang dimiliki oleh kyai, ustad, santri, dan seluruh keluarga besar pondok pesantrennya. Dengan demikian pondok pesantren harus dapat menjadi matahari yang ikut menyinari dunia sebagai penerangnya, menjadi bulan sebagai penyejuk hati para santri  dalam segala situasi, dan  menjadi bintang sebagai pelita dalam kegelapan dalam segala konteks kehidupan. 

Komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan berbasis pondok pesantren harus diikuti dengan berbagai tindakan dan program pembelajaran kreatif, inovatif, produktif, berkarakter, dan inspiratif bagi multigenerasi santri NKRI. Ruang pembelajaran pondok pesantren harus juga dilengkapi dengan laboratorium softskill untuk mendukung penguasaan ketrampilan abad xxi sebagai perwujudan era digital. Pondok pesantren bukan sekadar menyediakan laboratorium religi untuk belajar al quran dan hadis tetapi harus dilengkapi dengan ruang-ruang praktik penguatan dna implementasi ilmu yang diberikan kepada seluruh santri di Indonesia. Santri-santri di wilayah NKRI harus siap terjun ke dalam masyarakat selepas belajar dari pondok pesantren dengan berbagai ketrampilan hidup untuk menjadi ustad, da’i, wiraswasta, motivator religi, dan profesi-profesi lainnya dengan karakter pembeda sebagai inspirasi multigenerasi NKRI abad xxi.

Saatnya pondok pesantren untuk bergerak dan menggerakkan seluruh kemampuan dan kekuatannya memberikan kontribusi kepada NKRI. Dengan menyiapkan multigenerasi santri abad xxi yang unggul, kreatif, inovatif, produktif, karakter, dan inspiratif maka pondok pesantren akan menjadi rujukan seluruh masyarakat NKRI untuk memasukkan anak-anakknya ke pondok pesantren. Stigma pondok pesantren tempat belajar anak-anak yang tidak mau belajar dengan rajin dan sungguh-sungguh harus dihapus dari benak masyarakat. Pondok pesantren yang diberitakan dengan stigma dan fakta-fakta negatif selama ini, seperti terjadinya kasus-kasus yang tidak selayaknya di pondok pesantren harus dihapuskan dan digantikan dengan aneka prestasi, inovasi, dan kolaborasi para santri abad xxi yang kreatif, produktif, berkarakter, dan inspiratif bagi seluruh masyarakat NKRI. Jangan lagi ada keraguan masyarakat untuk mengirimkan anak-anaknya ke pondok pesantren. Oleh karena itu, semua pengelola pondok pesantren di Indonesia harus membuka hati dan pikiran untuk mau bergerak dan berubah dengan segala inovasi dan kreasi layanan prima bagi seluruh masyarakat NKRI.

Multigenerasi santri NKRI abad xxi sebagai calon-calon dai, ustad, kyai, dan juga pemimpin masa depan yang berkarakter harus disiapkan sejak dini. Oleh karena itu, pondok pesantren harus mampu menyiapkan generasi-generasi santri abad xxi yang tangguh, unggul, kreatif, inovatif, berkarakter, dan inspiratif.  Santri-santri di Indonesia bukan sekadar menguasai ilmu teoretik tetapi juga harus diberikan ruang praktik untuk mengimplementasikan ilmunya secara komprehensif dalam berbagi konteks kehidupan. Bersemangat untuk menyiapkan santri-santri milenial dan santri sebagai generasi Z harus dengan membekali pemikiran kreatif, tindakan-tindakan cerdas dan bijaksana, karakter keteladanan, jujur, dan berintegritas serta mampu menginspirasi multigenerasi NKRI dengan ketrampilan abad xxi.

 Santri-santri di Indonesia harus berani untuk bersaing dengan seluruh multigenerasi NKRI yang belajar di luar pondok pesantren. Pertanyaan dan bahan renungan untuk seluruh pemangku kepentingan dan Masyarakat Indonesia, sudahkan pondok pesantren Indonesia dan seluruh santri-santri abad xxi di Indonesia siap bersaing dengan segala tantangan zaman dan perkembangan teknologi abad xxi. Jawabnya, ada di hati seluruh santri, pengelola pondok pesantren, dan pemangku kepentingan pondok pesantern di seluruh Indonesia. Semoga seluruh pengelola pondok pesantren, santri, dan pemangku kepentingan pondok pesantren dapat melakukan evaluasi diri dan penyamaan visi pada puncak peringatan hari santri ke-78, 22 Oktober 2023 di Kota Surabaya. Akhirnya, selamat hari santri untuk seluruh santri, kyai, dan supertim keluarga besar pondok pesantren di Indonesia. Semoga kyai dan santri-santri abad xxi dapat menjadi teladan kreatif, inovatif, produktif, berkarakter, dan inspiratif bagi multigenerasi NKRI.

“Kerinduan dalam doa menjadi kekuaatan untuk memperjuangkan mimpi dan imajinasi dalam segala ruang semesta yang menjadi pelipur lara sebagai tempat untuk bercerita dengan segala rasa”

Simpang Lima Semarng, 22 Oktober 2023

Tags

Masukan Pesan

Silahkan masukan pesan melalui email kami.