News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Si Hitam Kacang Incha, Superfood Kaya Nutrisi Untuk KesehatanSi Hitam Kacang Incha, Superfood Kaya Nutrisi Untuk Kesehatan

Si Hitam Kacang Incha, Superfood Kaya Nutrisi Untuk KesehatanSi Hitam Kacang Incha, Superfood Kaya Nutrisi Untuk Kesehatan

Si Hitam Kacang Incha, Superfood Kaya Nutrisi Untuk KesehatanSi Hitam Kacang Incha, Superfood Kaya Nutrisi Untuk Kesehatan


Tanaman kacang Sacha inchi (Plukenetia volubilis) merupakan tumbuhan dari keluarga Euphorbiaceae. Sacha inchi merupakan sejenis kacang-kacangan yang belum banyak dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia, mulai ditanam di Indonesia pada pertengahan tahun 2018 dan mulai banyak di budidaya pada tahun 2019 hingga saat ini. 

Secara morfologi tanaman ini memiliki batang menjalar, memiliki bulu-bulu halus pada daunnya,  buah berbentuk bintang, di mana dalam satu bintang dapat menyimpan antara 4 – 5 butir biji. Buah muda berwarna hijau sedangkan buah yang sudah tua bewarna coklat kehitaman. 


Berbagai bagian dari tanaman ini dapat dimanfaatkan. Daunnya mengandung antioksidan dan dapat dimakan sebagai sayur ataupun diolah sebagai teh. Biji buahnya memiliki beragam kandungan nutrisi, seperti sifat antioksidan, sekitar 22-30% protein, 45-50% lemak, 35,2-50,8% omega-3, 33,4-41% omega-6 dan 10,7% omega-9.. Karena banyaknya manfaat yang dihasilkan, sacha inchi dikenal sebagai Superfood. Selain daun dan bijinya, minyak hasil ekstraksi biji sacha inchi memiliki berbagai manfaat baik untuk kosmetik sebagai pelembab dan pencerah kulit. Minyak Sacha Inchi juga memiki berbagai manfaat untuk kesehatan seperti penurun kolesterol dan asam urat, peningkat kecerdasan, dapat mengurangi resiko jantung bengkak, resiko stroke, menurunkan aktifitas tumor, radang sendi dengkul, meningkatkan penglihatan (katarak), dan menurunkan rasa kesemutan..


Bapak Sigit, seorang penyuluh kehutanan di Desa Banyurip, menjelaskan berbagai keunggulan sacha inchi beserta potensi pengembangannya melalui sistem agroforestry sebagai upaya pengelolaan hutan yang lestari. Kacang sacha inchi berpotensi ekonomis tinggi untuk dikembangkan di Indonesia karena memiliki nilai daya saing untuk fungsi kesehatan. Desa Banyurip merupakan desa yang terletak di bagian timur Kabupaten Sragen dan berdekatan dengan perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Jawa Timur. Mayoritas masyarakat Desa Banyurip berprofesi sebagai petani, Tanaman Sacha Inchi sudah mulai dikembangkan di Desa Banyurip. Banyaknya manfaat yang dihasilkan dari tanaman ini dari segi kesehatan maupun ekonomi bagi masyarakat Desa Banyurip karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Tanaman ini patut dikembangkan untuk menunjang hasil yang lebih baik bagi masyarakat Desa Banyurip khususnya. 

Untuk pengembangan kacang ini perlu dilakukan pertanian intensif, yang terdiri dari tiga tahap. Pertama, pemilihan benih. Benih yang digunakan haruslah benih unggul, memiliki mutu genetik unggul dan mutu fisik yang baik. Kedua, input lingkungan yang meliputi pola tanam, lubang tanam, pupuk, jenis tanah, hingga pollinator. Ketiga, pengendalian hama dan penyakit untuk menurunkan resiko kerugian. 

“Kacang Sacha Inchi berpotensi ekonomis tinggi untuk dikembangkan di Indonesia karena memiliki nilai daya saing untuk fungsi kesehatan. Namun, untuk meningkatkan produktifitas dan kualitas minyak sacha Inchi yang bagus diperlukan teknik budidaya yang intensif serta perlu pengembangan produk produk turunan sacha Inchi,” . Kelompok Tani Hutan (KTH) Sumber Wono Desa Banyurip Jenar Sragen memanfaatkan peluang dari si hitam sacha inchi menjadi produk-produk yang memiliki nilai ekonomi. Apa saja produk-produk dari si hitam sacha inchi? Berikut uraian produk dari si hitam sacha inchi: kacang sangria, minyak sacha inchi, kripik daun sacha inchi, the daun sacha inchi, dan sabun sacha inchi

Andalan pemanfaatan Sacha Inchi Desa Banyurip adalah kacang sangrai Sacha Inchi, selain karena rasanya yang gurih, proses pembuatan produksinya juga sangat mudah.  Ibu ibu kelompok tani hutan di desa Banyurip memanfaatkan daun Sacha Inchi dijadikan kripik daun Sacha Inchi. Rasa yang dihasilkan dari kripik daun Sacha Inchi memiliki persamaan rasa dengan kripik daun bawang, sejauh ini efek samping yang dihasilkan dari mengkonsumsi kripik daun Sacha Inchi belum ada meskipun belum ada penelitian terkait bahaya dan efek samping yang dihasilkan dari mengkonsumsi kripik daun Sacha Inchi. 

Manfaat Sacha Inchi yang paling banyak memberikan keuntungan di bidang ekonomi adalah minyak Sacha Inchi karena memiliki nilai jual mencapai jutaan rupiah perliternya. Namun untuk mendapatkan minyak Sacha Inchi ini diperlukan teknik budidaya Sacha yang intensif. Daun Sacha Inchi dapat diolah menjadi teh seduhan. Dengan rasa yang nikmat, cara pembuatannya yakni dengan memilih daun dengan standart atau kriteria tertentu karena tidak semua daun dapat diolah menjadi teh seduhan, kemudian direndam dan dicacah. Setelah dicacah, dilakukan proses pengeringan dengan menjemur dibawah sinar matahari, namun tidak dalam waktu yang lama karena akan mengurangi kadar serta kualitas daun. Setelah melalui proses pengeringan, daun Sacha Inchi dapat diseduh setiap hari seperti the pada umumnya.

Masyarakat Desa Banyurip memanfaatkan minyak biji sacha inchi menjadi sabun batang. Minyak biji Sacha Inchi dapat digunakan sebagai bahan aktif antioksidan, secara tradisional minyak biji sacha inchi digunakan sebagai minyak perawatan kulit yang dioleskan secara teratur untuk menjaga kelembutan dan kesehatan kulit.

Demikian Uraian kami tentang Sacha Inchi – Semoga uraian ini bisa menginspirasi para pembaca dan bermanfaat serta memberikan tambahan ilmu pengetahuan bagi para pemula. Mohon abaikan saja uraian kami ini jika pembaca tidak sependapat. Terima kasih atas kunjungannya. ditulis kembali oleh Eko Prasetyo (Alexainfoterkini.com) foto : Istinewa

Tanaman kacang Sacha inchi (Plukenetia volubilis) merupakan tumbuhan dari keluarga Euphorbiaceae. Sacha inchi merupakan sejenis kacang-kacangan yang belum banyak dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia, mulai ditanam di Indonesia pada pertengahan tahun 2018 dan mulai banyak di budidaya pada tahun 2019 hingga saat ini. 

Secara morfologi tanaman ini memiliki batang menjalar, memiliki bulu-bulu halus pada daunnya,  buah berbentuk bintang, di mana dalam satu bintang dapat menyimpan antara 4 – 5 butir biji. Buah muda berwarna hijau sedangkan buah yang sudah tua bewarna coklat kehitaman. 

Berbagai bagian dari tanaman ini dapat dimanfaatkan. Daunnya mengandung antioksidan dan dapat dimakan sebagai sayur ataupun diolah sebagai teh. Biji buahnya memiliki beragam kandungan nutrisi, seperti sifat antioksidan, sekitar 22-30% protein, 45-50% lemak, 35,2-50,8% omega-3, 33,4-41% omega-6 dan 10,7% omega-9.. Karena banyaknya manfaat yang dihasilkan, sacha inchi dikenal sebagai Superfood. Selain daun dan bijinya, minyak hasil ekstraksi biji sacha inchi memiliki berbagai manfaat baik untuk kosmetik sebagai pelembab dan pencerah kulit. Minyak Sacha Inchi juga memiki berbagai manfaat untuk kesehatan seperti penurun kolesterol dan asam urat, peningkat kecerdasan, dapat mengurangi resiko jantung bengkak, resiko stroke, menurunkan aktifitas tumor, radang sendi dengkul, meningkatkan penglihatan (katarak), dan menurunkan rasa kesemutan..

Bapak Sigit, seorang penyuluh kehutanan di Desa Banyurip, menjelaskan berbagai keunggulan sacha inchi beserta potensi pengembangannya melalui sistem agroforestry sebagai upaya pengelolaan hutan yang lestari. Kacang sacha inchi berpotensi ekonomis tinggi untuk dikembangkan di Indonesia karena memiliki nilai daya saing untuk fungsi kesehatan. Desa Banyurip merupakan desa yang terletak di bagian timur Kabupaten Sragen dan berdekatan dengan perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Jawa Timur. Mayoritas masyarakat Desa Banyurip berprofesi sebagai petani, Tanaman Sacha Inchi sudah mulai dikembangkan di Desa Banyurip. Banyaknya manfaat yang dihasilkan dari tanaman ini dari segi kesehatan maupun ekonomi bagi masyarakat Desa Banyurip karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Tanaman ini patut dikembangkan untuk menunjang hasil yang lebih baik bagi masyarakat Desa Banyurip khususnya. 

Untuk pengembangan kacang ini perlu dilakukan pertanian intensif, yang terdiri dari tiga tahap. Pertama, pemilihan benih. Benih yang digunakan haruslah benih unggul, memiliki mutu genetik unggul dan mutu fisik yang baik. Kedua, input lingkungan yang meliputi pola tanam, lubang tanam, pupuk, jenis tanah, hingga pollinator. Ketiga, pengendalian hama dan penyakit untuk menurunkan resiko kerugian. 

“Kacang Sacha Inchi berpotensi ekonomis tinggi untuk dikembangkan di Indonesia karena memiliki nilai daya saing untuk fungsi kesehatan. Namun, untuk meningkatkan produktifitas dan kualitas minyak sacha Inchi yang bagus diperlukan teknik budidaya yang intensif serta perlu pengembangan produk produk turunan sacha Inchi,” . Kelompok Tani Hutan (KTH) Sumber Wono Desa Banyurip Jenar Sragen memanfaatkan peluang dari si hitam sacha inchi menjadi produk-produk yang memiliki nilai ekonomi. Apa saja produk-produk dari si hitam sacha inchi? Berikut uraian produk dari si hitam sacha inchi: kacang sangria, minyak sacha inchi, kripik daun sacha inchi, the daun sacha inchi, dan sabun sacha inchi

Andalan pemanfaatan Sacha Inchi Desa Banyurip adalah kacang sangrai Sacha Inchi, selain karena rasanya yang gurih, proses pembuatan produksinya juga sangat mudah.  Ibu ibu kelompok tani hutan di desa Banyurip memanfaatkan daun Sacha Inchi dijadikan kripik daun Sacha Inchi. Rasa yang dihasilkan dari kripik daun Sacha Inchi memiliki persamaan rasa dengan kripik daun bawang, sejauh ini efek samping yang dihasilkan dari mengkonsumsi kripik daun Sacha Inchi belum ada meskipun belum ada penelitian terkait bahaya dan efek samping yang dihasilkan dari mengkonsumsi kripik daun Sacha Inchi. 

Manfaat Sacha Inchi yang paling banyak memberikan keuntungan di bidang ekonomi adalah minyak Sacha Inchi karena memiliki nilai jual mencapai jutaan rupiah perliternya. Namun untuk mendapatkan minyak Sacha Inchi ini diperlukan teknik budidaya Sacha yang intensif. Daun Sacha Inchi dapat diolah menjadi teh seduhan. Dengan rasa yang nikmat, cara pembuatannya yakni dengan memilih daun dengan standart atau kriteria tertentu karena tidak semua daun dapat diolah menjadi teh seduhan, kemudian direndam dan dicacah. Setelah dicacah, dilakukan proses pengeringan dengan menjemur dibawah sinar matahari, namun tidak dalam waktu yang lama karena akan mengurangi kadar serta kualitas daun. Setelah melalui proses pengeringan, daun Sacha Inchi dapat diseduh setiap hari seperti the pada umumnya.

Masyarakat Desa Banyurip memanfaatkan minyak biji sacha inchi menjadi sabun batang. Minyak biji Sacha Inchi dapat digunakan sebagai bahan aktif antioksidan, secara tradisional minyak biji sacha inchi digunakan sebagai minyak perawatan kulit yang dioleskan secara teratur untuk menjaga kelembutan dan kesehatan kulit.


Demikian Uraian kami tentang Sacha Inchi – Semoga uraian ini bisa menginspirasi para pembaca dan bermanfaat serta memberikan tambahan ilmu pengetahuan bagi para pemula. Mohon abaikan saja uraian kami ini jika pembaca tidak sependapat. Terima kasih atas kunjungannya.

Tags

Masukan Pesan

Silahkan masukan pesan melalui email kami.