News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Kesenian Desa Jetiskarangpung Turut Meriahkan Acara Gebyar Sangiran 2023

Kesenian Desa Jetiskarangpung Turut Meriahkan Acara Gebyar Sangiran 2023

 Kesenian Desa Jetiskarangpung Turut Meriahkan Acara Gebyar Sangiran 2023


ditulis kembali oleh Eko Prasetyo (Alexainfoterkini.com)

SRAGEN - Sangiran adalah salah satu situs manusia purba yang terkenal hingga mancanegara dan diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia.

Selama ini yang sering dikenal adalah situs sangiran. Masyarakat sekitar belum terlalu dikenal secara luas. Maka diselenggarakanlah acara Gebyar Sangiran 2023 dengan tujuan memperkenalkan kesenian-kesenian yang ada di masyarakat sekitar sangiran pada tanggal 11-15 November 2023.


Menurut Marwanto salah satu panitia Gebyar Sangiran saat dihubungi Senin (13/11) mengatakan bahwa semenjak berdirinya Museum Sangiran, yang terkenal selalu situsnya, tapi masyarakatnya belum dikenal luas. 

Acara Gebyar Sangiran 2023 yang dilaksanakan malam hari menampilkan berbagai kesenian warga sekitar Situs Sangiran. Ada penampilan Suku Sangir yg menunjukkan gambaran kehidupan manusia purba dahulu kala. 

Ada juga penampilan Gejug Lesung Makarti Laras yang diperankan oleh Mbah Ngatinem warga berusia 85 tahun dan beberapa warga lainnya.


Selain itu salah satu Lembaga Pendidikan Madrasah Diniyah (Madin) Yaumika dari Dukuh Kaliyoso Desa Jetiskarangpung Kalijambe juga terlibat dalam menampilkan 2 kesenian khasnya, yaitu Kesenian Hadroh dan Pentas Seni Santri. 

Santri Madin menyajikan pentas bertemakan "Istiqomah, Keteguhan Hati dalam Keyakinan". 

Muhammad Hasanudin, S.Ag. selaku kepala Madrasah Diniyah Yaumika menyampaikan, pentas tersebut menceritakan seorang raja saat mengadili para tawanan dan diiming-imingi harta dan jabatan apabila bersedia keluar dari agama keyakinannya. 

"Sebanyak 10 santri kami menampilkan pentas. Kisahnya ada 3 tawanan dalam pentas tersebut, 2 tawanan tidak bersedia berpindah keyakinan dan akhirnya meninggal dibunuh oleh Sang Raja dan 1 tawanan bersedia berpindah keyakinan. Namun pada akhirnya tawanan yang mau berpindah keyakinan ini juga tewas dibunuh oleh Sang Raja karena dinilai tidak setia dengan kawan-kawannya, bagaimana dengan kesetiaannya di kerajaan kelak." ungkap Hasan.

Selain pentas seni Santri Madin, Desa Jetiskarangpung juga menampilkan kesenian Hadroh Nurushobah dipimpin langsung oleh Kyai Sobari membawakan Shalawat Alamat Anak Sholeh, Joko Tingkir, Syi'ir Tanpo Waton dan Lagu Sampai Jumpa Lagi. 

Kebayanan 1 Desa Jetiskarangpung Rohmat Basuki menyebutkan di Desa Jetiskarangpung ini keseniannya adalah Hadroh dan kreativitas anak.


"Jadi kesenian di desa kami adalah Hadroh dan kreativitas anak, sehingga kami tampilkan Hadroh dan Pentas Seni dari Madin Yaumika di acara Gebyar Sangiran 2023." ujar Basuki

Penampilan-penampilan tersebut sangat menghibur masyarakat yang hadir dan mendapatkan antusiasme tinggi serta tepuk tangan meriah.

Tags

Masukan Pesan

Silahkan masukan pesan melalui email kami.