Berkolaborasi dengan Kodim 0735/Surakarta dan Pemerintah Kota, FIB UNS Gelar Pagelaran Wayang Kulit
Berkolaborasi dengan Kodim 0735/Surakarta dan Pemerintah Kota, FIB UNS Gelar Pagelaran Wayang Kulit
Hadir dalam kesempatan tersebut, Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr. M. Si.; Jajaran Dekanat FIB UNS, Komandan Kodim 0735/Surakarta, Fictor J. Situmorang, S.I.P., M.I.P., Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo; Kepala Kejaksaan Negeri Kota Surakarta, Dr. Supriyanto, S.H., M.H., beserta tamu undangan lainnya.
Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr. M. Si. dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-80 kepada TNI. Semoga TNI senantiasa jaya dan selalu menjadi kebanggaan rakyat Indonesia.
“Saya juga menyampaikan terima kasih kepada Kodim 0735/Surakarta atas undangan yang diberikan kepada UNS untuk hadir sekaligus menyampaikan sambutan dalam acara yang penuh makna ini. Kami sangat mengapresiasi penyelenggaraan pertunjukan wayang kulit ini. Wayang kulit adalah warisan budaya luhur bangsa yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat nilai moral, kebijaksanaan, dan tuntunan hidup. Kehadiran seni budaya seperti ini dalam perayaan HUT TNI menunjukkan bahwa TNI tidak hanya hadir sebagai garda pertahanan negara, tetapi juga sebagai bagian yang menyatu dengan masyarakat, menjaga dan melestarikan budaya nasional.
Prof. Hartono menambahkan bahwa hal ini sejalan dengan nilai “Equilibrium” dalam Rencana Strategis UNS: DREAMTEAM, yang merangkum komitmen UNS untuk melestarikan budaya nasional. Sejak tahun ini, UNS telah membentuk Badan Pengembangan Budaya yang mengoordinasikan seluruh kegiatan seni dan budaya di lingkungan universitas. “Kami percaya, pelestarian budaya adalah tanggung jawab bersama, dan melalui sinergi seperti ini kita dapat menjaga identitas bangsa sekaligus memperkuat persatuan. Kami turut berbangga bahwa hari ini 7 mahasiswa sastra daerah UNS menjadi dalang pada pegelaran wayang kulit ini,” imbuhnya.
Dalam sambutannya, Komandan Kodim 0735/Surakarta, Fictor J. Situmorang, S.I.P., M.I.P. menyampaikan bahwa kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi antara Kodim 0735/Surakarta, Pemkot Surakarta, dan FIB UNS.
“Saya sebagai Komandan Kodim 0735/Surakarta mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tulus kepada penyelenggara dan semua pihak atas partisipasi yang diberikan sehingga wayang kulit bisa terselenggarara sesuai rencana. Ini tak hanya hiburan, tapi wujud nyata TNI untuk memelihara budaya adi luhur bangsa,” terang Fictor.
Fictor menambahkan, bahwa wayang ini merupakan cerminan kehidupan, sarana komunikasi, dan media pendidikan yang efektif untuk menyampaikan pesan moral kepada masyarakat. HUT TNI yang diperingati merupakan momentum untuk merefleksikan kembali peran dan pengabdian TNI kepada negara dan rakyat. Sejalan dengan tema HUT ke-80 TNI yaitu TNI Prima, TNI Rakyat, Indonesia Maju.
Pagelaran wayang kulit ini merupakan simbol sinergi antara TNI, Pemkot Solo, sivitas akademika UNS, dan rakyat. Kisah- kisah kepahlawanan dalam wayang mengandung kisah yang relevan dengan prajurit TNI seperti keberanian, pengorbanan dan kesetiaan.
“Kami berkomitmen untuk menjaga sinergi dengan komponen masyarakat demi menjaga keutuhan Republik Indonesia (RI). Semoga bisa mengambil hikmah dari pertunjukan wayang kulit ini,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Surakarta, Budi Murtono mengatakan bahwa Pemkot Surakarta sangat mengapresiasi kegiatan wayangan dalam rangka memperingati HUT ke-80 TNI. Pemkot Surakarta mengucapkan selamat HUT ke-80 TNI.
“Antusias warga Solo dalam menyaksikan pertunjukan wayang kulit ini sangat tinggi. Yang hebat lagi dalangnya adalah anak-anak muda. Ini menunjukkan budaya kesenian wayang tidak hanya untuk orang lanjut usia tapi juga dicintai anak-anak muda,” ujar Budi.
Sebelum pagelaran wayang kulit dimulai, para dalang yang merupakan mahasiswa Program Studi (Prodi) Sastra Daerah, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sebelas Maret (UNS), menerima tokoh wayang Bambang Sumantri dari para tamu undangan yang hadir. Para dalang tersebut antara lain Ki Faqih Nugroho, Ki Vitoriq Akbar, Ki Dimas Febiharista Putra, Ki Satria Qolbun Salim, Ki Dafi Anjar Pratama, Ki Arif Dwi Purnomo, dan Ki Arjun Faiq Rahmadiananto. Lakon yang diangkat dalam pertunjukan ini berjudul “Suanda Sang Wiradika”, sebuah kisah yang sarat nilai kepahlawanan dan pengorbanan.