PPK Ormawa BEM UNS Resmikan Rumah Budidaya Jamur Tiram di Desa Giriroto, Ngemplak, Boyolali
PPK Ormawa BEM UNS Resmikan Rumah Budidaya Jamur Tiram di Desa Giriroto, Ngemplak, Boyolali
Peresmian rumah budidaya dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNS, Prof. Dody Ariawan, S.T., M.T., Ph.D., perwakilan dari Yayasan Gita Pertiwi, serta unsur dari Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Boyolali, perangkat Desa Giriroto bersama anggota PKK Desa Giriroto. Kolaborasi ini menunjukkan dukungan nyata lintas sektor terhadap inisiatif mahasiswa yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Dosen Pendamping PPK Ormawa BEM UNS, Dr. Cynthia Permata Sari, S.Si., M.Ling. menyampaikan, latar belakang utama dari program ini adalah adanya limbah serbuk kayu mebel yang melimpah di Desa Giriroto. Selama ini, limbah tersebut hanya menjadi sumber daya non-produktif, bahkan berpotensi menimbulkan masalah lingkungan.
Melihat permasalahan ini, Tim PPK Ormawa BEM UNS hadir dengan solusi inovatif yang menerapkan prinsip zero waste dengan mengubah limbah serbuk mebel menjadi media tanam jamur tiram (baglog). “Pendekatan ini menghadirkan solusi berbasis ekonomi sirkular, di mana limbah diolah menjadi sumber pangan dan peluang ekonomi baru bagi masyarakat, khususnya kelompok ibu-ibu PKK Desa Giriroto,” terang Dr. Cynthia kepada uns.ac.id, Selasa (28/10/2025).
Rumah budidaya jamur tiram dirancang dengan kapasitas tampung hingga 500 baglog jamur tiram, melibatkan partisipasi aktif dari anggota PKK Desa Giriroto. Proses budidaya dilakukan dengan memperhatikan standar kelembaban dan sirkulasi udara agar hasil panen optimal. “Program ini tidak berhenti pada pemanfaatan limbah, tetapi menerapkan prinsip zero waste,” imbuhnya.
Setelah baglog jamur tidak produktif lagi, sisa baglog tersebut akan diolah kembali menjadi kompos yang dapat digunakan untuk menyuburkan lahan pertanian di sekitar desa. Dengan demikian, seluruh rantai produksi mencerminkan nilai efisiensi sumber daya dan tanggung jawab lingkungan.
Setelah prosesi simbolis pembukaan rumah budidaya yang dilaksanakan pada 27 September 2025 lalu, para tamu undangan berkeliling Desa Giriroto untuk melihat secara langsung lingkungan sekitar lokasi budidaya serta kegiatan masyarakat yang menjadi bagian dari program pendampingan.
Program PPK Ormawa BEM UNS ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), yaitu SDG 2 (mengakhiri kelaparan), SDG 8 (pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi), dan SDG 12 (konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab). “Melalui pemanfaatan limbah menjadi produk pangan bernilai ekonomi, kegiatan ini berkontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan pengelolaan produksi yang ramah lingkungan,” ujarnya.
Tim PPK Ormawa BEM UNS bersama PKK Desa Giriroto berkomitmen untuk memperluas produksi produk olahan jamur tiram, seperti abon, nugget, dan steak jamur tiram, guna meningkatkan nilai jual serta memperluas peluang ekonomi desa. Inovasi ini diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi sirkular yang dapat direplikasi di desa lain, sekaligus memperkuat kontribusi UNS dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.