News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Tabayyun Dulu Sebelum Rekam Posting

Tabayyun Dulu Sebelum Rekam Posting

 

Tabayyun Dulu Sebelum Rekam Posting



ditulis kembali oleh Eko Prasetyo (www.Alexainfoterkini.com)

Perkembangan teknologi saat ini memungkinkan manusia mengakses informasi dari berbagai sumber. Tak jarang, sebagian informasi yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Untuk itulah Islam mengenal kata tabayyun. 

Tabayyun adalah mencari tahu kebenaran suatu berita atau informasi sebelum menyebarkannya atau mengambil keputusan. Terutama jika informasi tersebut berasal dari sumber yang meragukan dan berpotensi menimbulkan fitnah atau mudarat lainnya.

Ketua Pusat Studi Dakwah dan Pendidikan Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta Dr. Mujazin, S.Pd., M.A. mengatakan tabayyun secara bahasa bermakna menjelaskan, menerangkan, menyelidiki, atau memastikan kebenaran. “Atau kita sering bilangnya itu adalah hati-hati dan verifikasi,” ujar Mujazin, Jumat (21/11/2025).

Mujazin menerangkan perintah untuk bertabayyun terangkum dalam Surah Al-Hujurat ayat 6.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ جَاۤءَكُمْ فَاسِقٌۢ بِنَبَاٍ فَتَبَيَّنُوْٓا اَنْ تُصِيْبُوْا قَوْمًا ۢ بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوْا عَلٰى مَا فَعَلْتُمْ نٰدِمِيْنَ ۝٦

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, jika seorang fasik datang kepadamu membawa berita penting, maka telitilah kebenarannya agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena ketidaktahuan(-mu) yang berakibat kamu menyesali perbuatanmu itu.

Cara Tabayyun

Ketika umat muslim menerima informasi, Mujazin menjelaskan, umat muslim hendaknya menerima informasi dengan kepala dingin. Dengan demikian, umat muslim dapat memahami duduk perkara dengan lebih jernih dan tidak mengedepankan emosi dalam menyikapi persoalan. 

Di dunia digital, mengonfirmasi sumber berita dapat dilakukan dalam beragam cara. Misalnya, melakukan konfirmasi dengan mencari sumber berita lain di mesin pencarian internet atau laman resmi institusi tertentu.

“Kalau ada grup WhatsApp, kan sering beredar informasi yang asal share. Nah, maka harus ada yang teman yang lain dalam satu grup itu untuk langsung crosscheck di sumber yang terpercaya,” kata Mujazin.

Terdapat 7 cara yang dapat dilakukan umat Islam untuk bertabayyun, yakni:

  1. Menggunakan kepala dingin dalam menerima informasi agar tetap tenang.
  2. Tidak ikut-ikutan menyebarluaskan berita yang masih diragukan kebenarannya.
  3. Memeriksa kembali sumber informasi dan kredibilitas informan.
  4. Memastikan kebenaran berita atau informasi.
  5. Bertanya pada pihak yang terlibat dalam informasi tersebut.
  6. Mencari sumber informasi lain untuk dibandingkan.
  7. Mengedepankan akhlak dalam menyanggah atau menyampaikan kebenaran informasi.

Pentingnya Tabayyun

Mujazin menjelaskan tabayyun sangat penting dilakukan untuk mencegah timbulnya fitnah. Selain itu, tabayyun juga menjadi cara agar tidak menimbulkan syak wasangka dan kebencian antarumat Islam. “Akhirnya yang ada adalah penyesalan,” ungkap dia.

Ada 4 alasan mengapa tabayyun sangat penting, yaitu:

  1. Menghindari menyakiti orang lain tanpa dasar yang benar. 
  2. Mencegah timbulnya penyesalan atas emosi sesaat.
  3. Mencegah timbulnya perasaan suudzon. 
  4. Terhindar dari dosa jariyah akibat kabar hoaks yang disebarluaskan dan menimbulkan fitnah.

Salah satu contoh kasus yang viral belakangan adalah seorang pemuda yang dituduh menabrak anak kecil di area kos Sukasari, Bandung, Minggu (9/11/2025). Sang orang tua dan sejumlah warga pun sempat memarahi pemuda yang diketahui bernama Zacky. Usut punya usut, sang anak rupanya jatuh sendiri saat sedang bermain bola. 

Mujazin menilai kasus ini menjadi contoh bahwa masyarakat masih banyak yang belum bertabayyun dalam menyikapi informasi di lapangan. Menurut dia, kejadian yang dialami Zacky itu adalah satu dari sekian banyak kasus salah duga akibat tidak bertabayyun terlebih dahulu.

“Setelah di-crosscheck pakai CCTV, ternyata anak kecil itu yang menabrak sepeda motor yang lagi berhenti. Bukan bapak itu yang nabrak anak, tapi si anak main bola, jatuh, dan menatap kepalanya ke sepeda motor. Orang tuanya enggak crosscheck dulu,” imbuhnya.

Selain soal informasi atau berita, Mujazin juga mendorong umat Islam untuk bertabayyun manakala belajar ilmu agama. Umat Islam harus memastikan sumber ilmu yang disampaikan, sanadnya, dan dalil yang menerangkannya. 

“Kalau sumbernya hanya dari online saja, khawatirnya ada penyimpangan, ada istilahnya yang di-upload itu putus. Sehingga pemahaman terhadap agamanya kurang,” tandasnya.






Tags

Masukan Pesan

Silahkan masukan pesan melalui email kami.