Kuliah Dhuha 17 Jumadil Akhir 1447 H, Tangisan Bumi (Renungan utk Mereka yg Lupa) oleh Ustadz Ipmawan Iqbal.
Tangisan Bumi
(Renungan utk Mereka yg Lupa)
(Kuliah Dhuha
17 Jumadil Akhir 1447 H)
ditulis kembali oleh Eko Prasetyo (www.Alexainfoterkini.com)
Menjaga alam itu bukan pilihan, tetapi kewajiban yg melekat pada setiap insan. Sejak awal penciptaan, Allah menitipkan bumi sebagai amanah yg harus dipelihara, bukan dieksploitasi. Tiap embun yg jatuh, tiap angin yg berhembus, bahkan tiap jengkal tanah yg kita pijak adlh tanda kasih sayang-Nya kpd manusia. Sering kali kita baru menyadari besarnya nikmat itu ketika alam mulai menjerit, ketika yg mestinya menjadi rahmat berubah menjadi peringatan yg menggetarkan jiwa.
Air diturunkan sebagai rahmat; menghidupkan yg mati, menumbuhkan yg kering, menyucikan yg kotor. Ulah manusia sering mengubah rahmat itu menjadi bencana. Sungai yg dahulu jernih kini keruh menahan luka, menampung sampah2 keserakahan yg dilempar tanpa pikir panjang. Saat banjir datang, kita menyalahkan langit, padahal yg rusak adlh tata kelola bumi yg dititipkan di tangan manusia. Di balik derasnya air, mungkin ada suara lirih alam yg berkata, “Aku dulu rahmat bagimu, mengapa kau perlakukan aku seperti musuhmu?”
Pohon itu penjaga bumi, mahluk Allah yg berdiri tegak menahan panas, menyimpan air, dan melindungi manusia tanpa meminta balasan. Mereka pun bertasbih dlm diam dan rindangnya, memberi teduh; akar pepohonan menjaga kestabilan tanah. Sering kali pohon2 itu ditebang sebelum ada kesempatan bertasbih sempurna. Gunung digunduli, hutan diratakan, dan tanah dibiarkan telanjang menghadapi hujan deras. Lalu kita heran ketika longsor datang dan bumi terguncang, padahal manusialah yg lebih dulu mengguncang keseimbangannya.
Berhenti sejenak dan introspeksi diri. Alam bukan sekadar pemandangan, melainkan ayat2 Allah yg terhampar dan mengajarkan kita ttg kesabaran, keseimbangan, dan ketundukan akan aturan Tuhan. Percayalah, bencana bukan sekadar peristiwa alam, tetapi panggilan lembut agar manusia kembali ingat bahwa hidup tidak hanya ttg mengambil, tapi jg menjaga dan mengembalikan. Semoga kita menjadi generasi yg tak sekadar menikmati bumi, tetapi jg merawatnya dgn cinta, syukur, dan tanggung jawab sebagai khalifah di muka bumi. Allāhu a‘lamu bish-shawāb.
SOLO PEDULI ACEH & SUMATERA — OPEN DONASI melalui PMI Kota Surakarta
Mari berbagi. Bersama, kita kuat. Bersama, kita bantu Aceh & Sumatera bangkit kembali.
Rek Mandiri : 138-00-1586330-6 a.n. Palang Merah Indonesia
Kota Surakarta Peduli Bencana
CP. RIKI (+62 856-2828-084).