Kuliah Dhuha 19 Jumadil Akhir 1447 H NALURI BANGSA oleh Ustadz Ipmawan Iqbal.
NALURI BANGSA
Oleh
(Kuliah Dhuha
19 Jumadil Akhir 1447 H)
ditulis kembali oleh Eko Prasetyo (www.Alexainfoterkini.com)
Belakangan ini kita melihat kegelisahan sebagian politisi ketika rakyat bergerak lebih cepat membantu korban bencana. Bukannya bersyukur atas kuatnya solidaritas masyarakat, ada yg justru merasa tersaingi; seolah keikhlasan warga adlh ancaman, bukan bukti bahwa nurani bangsa masih hidup. Padahal dlm situasi darurat, yg dibutuhkan hanyalah kecepatan dan ketulusan, bukan adu panggung.
Saat relawan tiba lebih dulu, donasi publik mengalir deras, dan informasi penyelamatan bergerak lewat media sosial, sebagian elite tampak lebih resah kehilangan sorotan ketimbang kehilangan kesempatan menyelamatkan nyawa. Bencana pun hampir berubah menjadi perebutan narasi, padahal ini bukan kontes citra, melainkan tragedi kemanusiaan yg menuntut keseriusan.
Kita perlu mengingatkan dgn tenang bahwa bantuan pemerintah adlh amanah dari uang rakyat, bukan kemurahan hati pejabat. Alangkah lebih mulia bila setiap pemangku kuasa menjadikan bencana sebagai ladang integritas, bukan ruang utk menunjukkan kebesaran diri. Ini momen utk hadir, bekerja, dan menunaikan kewajiban tanpa banyak mengeluh.
Bencana adlh cermin bagi semua: rakyat yg saling menolong menunjukkan kekuatan bangsa, sementara pemimpin yg merasa tersaingi justru diingatkan utk lebih merendah. Jika publik bergerak cepat, itu bukan ancaman, melainkan isyarat bahwa negara harus berbenah. Semoga tragedi membuat kita semua; baik masyarakat maupun elite lebih jujur, lebih peka, dan lebih manusiawi. Allāhu a‘lamu bish-shawāb.
SOLO PEDULI ACEH & SUMATERA — OPEN DONASI melalui PMI Kota Surakarta
Mari berbagi. Bersama, kita kuat. Bersama, kita bantu Aceh & Sumatera bangkit kembali.
Rek Mandiri : 138-00-1586330-6 a.n. Palang Merah Indonesia
Kota Surakarta Peduli Bencana
CP. RIKI (+62 856-2828-084).