Kuliah Dhuha 2 Rajab 1447 H HARI IBU oleh Ustadz Ipmawan Muhammad Iqbal
HARI IBU
0leh Ustadz Ipmawan Iqbal
(Kuliah Dhuha Edisi 2 Rajab 1447)
ditulis kembali oleh Eko Prasetyo (www.Alexainfoterkini.com)
Hari Ibu, 22 Desember bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan momen refleksi tentang peran paling sunyi namun paling menentukan dlm kehidupan manusia. Ibu adlh sekolah pertama, tempat nilai2 ditanamkan sebelum anak mengenal ruang kelas dan buku pelajaran. Melalui rahim dan pelukannya lahir generasi yg kelak menentukan arah bangsa, sering kali tanpa ibu pernah meminta pengakuan atau tepuk tangan.
Nabi SAW menegaskan bahwa surga berada di bawah telapak kaki ibu; sebuah metafora agung tentang betapa ridha Allah berkelindan dgn ridha seorang ibu. Pengorbanan ibu bukan hanya soal melahirkan, tetapi tentang kesabaran panjang, doa2 yg tak terdengar, dan air mata yg jatuh diam2 demi masa depan anak2nya.
Benar, ibu bukan hanya pengasuh, tetapi juga pendidik, penjaga nilai, bahkan penyangga ekonomi keluarga. Sering kali peran ibu dipersempit pada simbol, sementara kesejahteraan dan keberadaannya diabaikan.
Hari Ibu seharusnya menjadi ajakan menghadirkan keadilan dan penghormatan yg nyata, bukan sekadar ucapan tahunan. Hari Ibu adlh panggilan nurani: utk berbakti selagi ada waktu, menghormati selagi masih bisa, dan mendoakan mereka yg telah lebih dulu berpulang. Ibu tidak pernah berhenti menjadi ibu, bahkan ketika anak2nya telah dewasa. Percayalah, tak ada bakti yg benar2 cukup utk membalas cinta yg telah diberikan tanpa syarat. Allāhu a‘lamu bish-shawāb.
Warung Sedekah (Makan Gratis)
Jl Menteri Supeno 3A Manahan Solo
Buka Setiap Hari (pkl 10.00-16.00)
Hari ahad dan hari libur nasional tutup
Mari bergabung bersama Warung Sedekah Dhuafa, kami menerima bantuan bahan pangan berupa sembako, pakaian pantas pakai dan dana (bca Syariah 048-999-2222 an Yayasan Daarut Taqwa).
Konfirmasi bantuan
1. Warung Sedekah (085700099999)
2. Ustad Ipmawan Iqbal (08886756862/ WA)