Kuliah Dhuha 26 Jumadil Akhir 1447 H MARTABAT GURU MARTABAT BANGSA oleh Ustadz Ipmawan Iqbal.
MARTABAT GURU MARTABAT BANGSA
Oleh Ustadz Ipmawan Iqbal
(Kuliah Dhuha Edisi 26 Jumadil Akhir 1447)
ditulis kembali oleh Eko Prasetyo (www.Alexainfoterkini.com)
Kami berkaca2 membaca kisah Cristina, seorang guru Indonesia di Luksemburg, membuka mata kami bahwa penghormatan terhadap guru bukan sekadar soal gaji besar (1,6 Milyard setahun), melainkan cara sebuah bangsa memandang masa depannya. Negeri kecil di Eropa itu, guru ditempatkan sejajar dgn profesi strategis negara karena mereka dipercaya membentuk arah peradaban. Penghargaan material hanyalah konsekuensi logis dari keyakinan bahwa pendidikan adlh investasi jangka panjang, bukan beban anggaran.
Cerita itu menjadi getir ketika ditarik ke tanah air. Indonesia tak kekurangan guru cerdas, berdedikasi, dan penuh cinta pada murid2nya. Kekurangan yg ada pada keberpihakan sistem. Saat guru dipaksa bertahan hidup dgn penghasilan minim, bekerja sambilan demi dapur tetap mengepul, maka yg sesungguhnya sedang dilemahkan bukan hanya individu guru, tetapi masa depan bangsa itu sendiri. Sering kita memuliakan guru dlm pidato, tapi lupa memuliakan kehidupannya pada kebijakan.
Benar, tak ada bangsa maju tanpa guru yg dimanusiakan. Negara2 dgn sistem pendidikan unggul selalu memulai dari satu titik: kesejahteraan dan martabat pendidik. Logika sederhana; bagaimana mungkin kita berharap lahir generasi unggul, jika orang yg mendidik mereka hidup dlm kecemasan ekonomi? Ketulusan memang mulia, tetapi keadilan struktural jauh lebih menentukan keberlanjutan kualitas pendidikan.
Bangsa ini harus berhenti menjadikan guru sebagai simbol romantik penderitaan, lalu mulai memperlakukannya sebagai profesi terhormat yg layak hidup layak. Bila ingin Indonesia maju, maka memuliakan guru bukan pilihan moral belaka, melainkan keharusan strategis. Percayalah, masa depan bangsa tak dibangun dari gedung megah, tetapi dari ruang kelas dan mereka yg setia berdiri di dalamnya. Allāhu a‘lamu bish-shawāb.
SOLO PEDULI ACEH & SUMATERA — OPEN DONASI melalui PMI Kota Surakarta
Mari berbagi. Bersama, kita kuat. Bersama, kita bantu Aceh & Sumatera bangkit kembali.
Rek Mandiri : 138-00-1586330-6 a.n. Palang Merah Indonesia
Kota Surakarta Peduli Bencana
CP. RIKI (+62 856-2828-084).