Kuliah Dhuha 3 Rajab 1447 H USTADZ JAZIR oleh Ustadz Ipmawan Muhammad Iqbal
USTADZ JAZIR
0leh Ustadz Ipmawan Iqbal
(Kuliah Dhuha Edisi 3 Rajab 1447)
ditulis kembali oleh Eko Prasetyo (www.Alexainfoterkini.com)
Hari Senin kembali mencatat duka; hari yg sama ketika Nabi SAW wafat meninggalkan umatnya, Ustadz Muhammad Jazir ASP berpulang menghadap Allah di usia 63 tahun, usia kematangan pengabdian, beliau mengakhiri hidupnya bukan di puncak sorotan dunia, tetapi di puncak kebermaknaan. Ribuan jamaah mengantar kepergiannya dari Masjid Jogokaryan Yogyakarta menuju pemakaman Karangkajen, tempat KH Ahmad Dahlan dimakamkan. Dua tokoh dari zaman berbeda dipertemukan oleh satu ruh yg sama: membangun umat melalui masjid sebagai pusat peradaban.
Benar, Ustadz Jazir dikenal sebagai penggerak manajemen kemasjidan yg membumi dan visioner. Ia mengajarkan bahwa masjid bukan hanya tempat shalat, tetapi rumah umat, pusat solusi, dan simpul peradaban. Manajemen masjid baginya adlh ibadah sosial; transparan, melayani, dan berpihak pada jamaah, khususnya mereka yg lemah.
Kini beliau telah pergi, tetapi gagasannya terus hidup. Masjid2 yg berdenyut, jamaah yg terlayani, dan umat yg kembali menemukan rumahnya adlh warisan sejatinya. Kepergian ini mengajak kita bercermin: sudahkah masjid kita hidup, dan sudahkah hidup kita memberi makna bagi umat?
Semoga Allah menerima seluruh amalnya, melapangkan kuburnya, dan menghimpunkannya bersama para shalihin.
Selamat jalan, Ustadz.
Jejakmu tertinggal di sajadah, dan namamu hidup di denyut masjid umat. Allāhu a‘lamu bish-shawāb.
Warung Sedekah (Makan Gratis)
Jl Menteri Supeno 3A Manahan Solo
Buka Setiap Hari (pkl 10.00-16.00)
Hari ahad dan hari libur nasional tutup
Mari bergabung bersama Warung Sedekah Dhuafa, kami menerima bantuan bahan pangan berupa sembako, pakaian pantas pakai dan dana (bca Syariah 048-999-2222 an Yayasan Daarut Taqwa).
Konfirmasi bantuan
1. Warung Sedekah (085700099999)
2. Ustad Ipmawan Iqbal (08886756862/ WA)