Tim Hibah JarPak D3 Agribisnis UNS Gandeng UMKM Delanggu Kembangkan Keripik Belut Lokal
Tim Hibah JarPak D3 Agribisnis UNS Gandeng UMKM Delanggu Kembangkan Keripik Belut Lokal
– Inovasi pemberdayaan masyarakat kembali dilakukan oleh Tim Hibah Pembelajaran Berdampak D3 Agribisnis Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), tim menggandeng pelaku UMKM di Dusun Kaibon, Desa Delanggu, Kabupaten Klaten, untuk mengembangkan produk olahan pangan lokal berupa keripik belut.
Program yang berada di bawah bimbingan Rehino Yanu Seto, S.Pt., M.Agr selaku Dosen Pembimbing Hibah JarPak ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mengangkat potensi desa. Tim Hibah JarPak tidak hanya berfokus pada inovasi produk, tetapi juga pada upaya meningkatkan kesejahteraan warga dengan menghadirkan kegiatan produktif bagi ibu-ibu rumah tangga di sekitar lokasi mitra. Pemberdayaan ini melibatkan lima ibu rumah tangga dan dilaksanakan pada 23 Oktober 2025 – 11 November, setelah sebelumnya dilakukan sesi trial.
Selain mengikuti pelatihan produksi keripik belut, kelima ibu rumah tangga tersebut juga dibentuk menjadi sebuah tim yang nantinya berperan sebagai unit penjualan dan pengembangan usaha, sehingga keberlanjutan produk dapat dikelola langsung oleh warga setempat. Dengan demikian, program ini tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga membangun kapasitas masyarakat untuk mengelola usaha secara mandiri.
Dalam pelaksanaannya, tim bekerja sama dengan Sanggar Rojolele, mitra UMKM yang dikenal sebagai produsen beras Rojolele khas Klaten. Sanggar Rojolele selama ini aktif memberdayakan warga sekitar, terutama ibu-ibu rumah tangga, dalam berbagai kegiatan produksi hasil pertanian lokal.
Sebagai hasil kolaborasi ini, tim mengembangkan produk yang diberi nama Keripik RojoBelut, sebuah identitas baru olahan pangan lokal yang mengangkat karakter belut khas Delanggu. Produk ini diharapkan mampu memperkuat citra pangan lokal sekaligus menghadirkan peluang usaha berkelanjutan bagi masyarakat.
“Belut dipilih karena merupakan hasil pertanian lokal yang mudah diperoleh dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Kami ingin mengangkat potensi pertanian desa lewat produk yang bisa menjadi oleh-oleh khas Klaten,” ujar Rehino Yanu Seto kepada uns.ac.id, Selasa (23/12/2025).
Tim juga memberikan pelatihan lengkap kepada warga, mulai dari pengolahan bahan, pengemasan, hingga penyiapan berkas untuk pengurusan izin PIRT yang saat ini masih dalam proses, sehingga nantinya produk dapat dipasarkan secara legal dan berkelanjutan.
Pada tahap pemasaran, Tim Hibah JarPak turut membantu memperluas jangkauan promosi melalui strategi digital serta pemasaran langsung. Produk keripik belut mulai diperkenalkan kepada masyarakat melalui Car Free Day (CFD) di Kota Solo serta berbagai bazar UMKM. Dukungan dari Sanggar Rojolele turut memperkuat promosi, bahkan membawa kolaborasi ini tampil dalam ajang Kenduri Budaya Pangan Lokal Nusantara 2025 di Museum Nasional Indonesia, Jakarta.
Program ini diketuai oleh Nabila Zahra Adelia, dengan anggota tim antara lain Yunita Indah Sari, Anggia Adelia Putri, Widia Fatmawati, Arieffika Laili Az Zahra, Aya Arliysa Khadra, Danindra Aubria Yanuaria Raya, Sintya Mulia Putri, Nurul Fadhila, dan Bignadito Natanael Kurniadi. Seluruh anggota berperan aktif dalam berbagai aspek kegiatan, mulai dari riset formulasi produk, desain kemasan, dokumentasi kegiatan, penyusunan dokumen PIRT, hingga pengelolaan media sosial dan pemasaran.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa Tim Hibah JarPak D3 Agribisnis UNS Delanggu hadir bukan hanya sebagai pelaksana program akademik, tetapi juga sebagai penggerak inovasi desa yang mampu memadukan pengetahuan, potensi lokal, dan semangat pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan ini selaras dengan beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) karena tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap pemberdayaan ekonomi lokal, peningkatan kapasitas UMKM, serta pembangunan berkelanjutan.
Salah satunya adalah SDG 8, Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, yang berfokus pada upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, serta peningkatan produktivitas usaha. Melalui pendampingan dan pengembangan produk UMKM, kegiatan ini turut mendukung penguatan usaha kecil dan menengah agar lebih berdaya saing dan berkontribusi terhadap perekonomian daerah.