Konsistensi Takwa Menjadi Kunci Keselamatan Keluarga
Konsistensi Takwa Menjadi Kunci Keselamatan Keluarga
ditulis oleh Eko Prasetyo (www.Alexainfoterkini.com)
“Keselamatan seorang hamba dan keluarganya dari siksa neraka hanya dapat diraih jika ketakwaan benar-benar hidup dalam setiap ruang kehidupan.” Pernyataan inilah yang menjadi penekanan utama Assoc. Prof. Dr. Rofiq Faudy Akbar, M.Pd., CELM. saat menyampaikan tausiyah dalam Pengajian Ahad Pagi di Masjid An Nur Kepatihan Wetan, Ahad, 1 Pebruari 2026.
Beliau menjelaskan bahwa perintah Allah SWT agar kaum beriman menjaga diri dan keluarganya bukanlah perintah yang bersifat simbolik, melainkan tuntutan nyata yang harus diwujudkan dalam sikap, kebiasaan, dan pilihan hidup sehari-hari. Ketakwaan, menurutnya, tidak boleh bersifat situasional, tetapi harus tetap terjaga di mana pun seseorang berada—baik di ruang ibadah maupun di tengah aktivitas duniawi.
Dalam penjelasannya, Dr. Rofiq menguraikan langkah-langkah penting yang dapat dilakukan untuk melindungi diri dan keluarga dari siksa neraka. Di antaranya adalah meneguhkan tauhid sebagai fondasi utama keluarga, membiasakan pelaksanaan ibadah sejak dini, serta menjaga kehalalan rezeki dan makanan yang dikonsumsi. Orang tua, lanjutnya, memiliki peran sentral sebagai contoh nyata akhlak mulia bagi anak-anak. Rumah pun hendaknya difungsikan sebagai pusat pembelajaran nilai-nilai Islam, sekaligus dihidupkan dengan dzikir, doa, dan interaksi dengan Al-Qur’an.
Beliau juga mengingatkan bahwa ketakwaan sejati harus tetap terjaga dalam setiap kondisi. Baik saat beraktivitas di pasar, berada di pusat perbelanjaan, bergaul bersama teman, maupun ketika seorang diri, seorang muslim dituntut untuk tetap sadar akan pengawasan Allah SWT.
Selain menjaga ketakwaan, jamaah diajak untuk tidak berputus asa ketika terjatuh dalam kesalahan. Islam, tegas beliau, mengajarkan agar setiap keburukan segera disusul dengan amal kebaikan. Perbuatan baik yang dilakukan secara konsisten dan ikhlas akan menjadi sarana penghapus dosa dan kesalahan masa lalu.
Di akhir tausiyah, Dr. Rofiq menekankan pentingnya membangun akhlak mulia sebagai buah dari ketakwaan. Akhlak yang baik bukan hanya memperindah pribadi seorang muslim, tetapi juga menjadi media dakwah yang kuat di tengah kehidupan bermasyarakat.
Pengajian Ahad Pagi ini diharapkan mampu menguatkan kesadaran jamaah akan pentingnya konsistensi takwa dalam menjaga diri dan keluarga, sekaligus mendorong terbentuknya keluarga muslim yang berilmu, berakhlak, dan diridhai Allah SWT. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pengurus Masjid An Nur bersama PRM Kepatihan Wetan.