Perpustakaan UMS akan Gelar Library Literacy Fest, Bahas Strategi Publikasi di Jurnal SINTA
Perpustakaan UMS akan Gelar Library Literacy Fest, Bahas Strategi Publikasi di Jurnal SINTA
Kaur. Manajemen Pengetahuan dan Literasi Informasi Perpustakaan UMS, Ari Fatmawati Aisyah, S.IPditulis kembali oleh Eko Prasetyo (www.Alexainfoterkini.com)
SURAKARTA – Perpustakaan dan Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menyelenggarakan Library Literacy Fest (LLF) sebagai upaya meningkatkan kualitas riset dan publikasi ilmiah di kalangan civitas academica. Kegiatan ini akan digelar secara daring pada Kamis, 12 Maret 2026 mulai pukul 09.00 WIB melalui Zoom Meeting dan disiarkan langsung di kanal YouTube Perpustakaan UMS.
Kaur Manajemen Pengetahuan dan Literasi Informasi UPT Perpustakaan dan Layanan Digital, Ari Fatmawati Aisyah, S.IP., menjelaskan bahwa kegiatan LLF bertujuan untuk meningkatkan literasi informasi mahasiswa sekaligus mengenalkan berbagai sumber database ilmiah yang dimiliki oleh perpustakaan.
“Melalui kegiatan ini kami ingin mengenalkan kepada mahasiswa tentang database yang ada di perpustakaan, seperti jurnal online dan e-book. Harapannya mahasiswa bisa memanfaatkan sumber-sumber tersebut sebagai referensi untuk penulisan karya ilmiah,” jelas Ari, saat diwawancarai pada Jumat, (6/3).
Menurutnya, Perpustakaan UMS telah berlangganan banyak jurnal ilmiah dan menyediakan berbagai sumber referensi digital seperti jurnal online dan buku elektronik (e-book). Namun, pemanfaatannya oleh mahasiswa masih belum maksimal.
Acara tersebut terbuka dan gratis bagi seluruh sivitas akademika UMS. Peserta yang mengikuti kegiatan ini juga akan mendapatkan berbagai manfaat seperti e-sertifikat, e-materi, ilmu yang bermanfaat, serta kesempatan memperoleh doorprize menarik dari panitia.
Pada penyelenggaraan LLF kali ini, Perpustakaan UMS menghadirkan Farizky Rahman, S.Pd., staf admin publikasi Direktorat Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Publikasi (DRPPS) UMS sebagai narasumber. Ia akan membawakan materi tentang strategi publikasi karya ilmiah pada jurnal terindeks SINTA.
“Mahasiswa lebih cenderung mencari sumber informasi secara daring dibandingkan menggunakan buku cetak. Oleh karena itu, pengenalan database ilmiah menjadi penting agar mahasiswa dapat mengakses referensi yang lebih kredibel dan berkualitas,” kata Ari.
Dalam rangkaian LLF sebelumnya, Perpustakaan UMS telah menghadirkan beberapa materi terkait publikasi ilmiah, mulai dari strategi publikasi pada jurnal internasional seperti Scopus dan ScienceDirect hingga teknik penulisan Systematic Literature Review (SLR) yang saat ini banyak digunakan dalam penelitian akademik.
Pada sesi keempat LLF ini, peserta akan diperkenalkan dengan strategi publikasi pada jurnal nasional terindeks SINTA yang dinilai lebih relevan bagi mahasiswa jenjang sarjana. Menurut Ari, publikasi pada jurnal internasional sering kali menjadi tantangan bagi mahasiswa karena jangkauannya luas dan biaya publikasinya relatif besar.
“Untuk mahasiswa S1 biasanya kami arahkan dulu ke jurnal terindeks SINTA. Harapannya mahasiswa bisa memahami bagaimana cara menulis artikel ilmiah yang baik serta mengetahui proses publikasinya,” ujarnya.
Kegiatan LLF sendiri, lanjutnya, merupakan program literasi informasi yang secara rutin diselenggarakan oleh Perpustakaan UMS. Selain webinar tentang publikasi ilmiah, ke depan perpustakaan juga merencanakan berbagai kegiatan literasi lainnya, termasuk pelatihan pemanfaatan database, etika komunikasi akademik, hingga penyusunan CV bagi mahasiswa yang akan memasuki dunia kerja. (Yusuf/Humas)