News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Rektor UNS Prof Jamal Pimpin Sholat Ied Fitri di UNS

Rektor UNS Prof Jamal Pimpin Sholat Ied Fitri di UNS

 Rektor UNS Prof Jamal Pimpin Sholat Ied Fitri di UNS


caption foto : istimewa

Penulis : eko prasetyo (alexa IT.com)

SOLO - Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Prof Dr. Jamal Wiwoho menyatakan Ramadhan adalah saatnya Allah SWT   berkeinginan mendidik kita menjadi insan yang mulia dihadapanya, yakni insan yang memiliki derajat ketaqwaan yang tinggi. "Tidak ada sekolah yang lebih baik dari pada sekolah Ramadhan, karena disanalah ditempa keimanan kita, ditempa kesabaran kita, ditempa dengan ketaatan-ketaatan. Lulusnya kita dalam “madrasah” Ramadhan akan menjadi modal dan bekal kuat kita dalam menjalani kerasnya kehidupan di masa depan," ungkap Prof Jamal saat menyampaikan khotbah Iedul Fitri 1443 H didepan jamaan sholat Ied di Kampus UNS, Solo, Senin (2/5).


Keberhasilan kita melewati ujian bulan ramadhan, menurut Prof Jamal,  adalah bukti konsistensi sikap (istiqamah) dalam menjalankan perintah dan sekaligus menjauhi larangan-Nya. Ketika seseorang istiqamah setelah Ramadhan di atas ketaatan, sungguh dia telah merasakan Ied yang sebenarnya. "Hari ini kita telah sampai di hari yang suci “idul fitri”,  hari yang paling membahagiakan kita, karena kita telah memperoleh pelajaran dari pendidikan ramadhan,  dan berhasil dimampukan menjalankan perintah Nya. Meskipun kita juga tidak tahu, apakah Allah SWT berkenan menerima seluruh amal ibadah kita di bulan Ramadhan. Oleh karena itu, selama enam bulan pasca Ramadhan marilah kita senantiasa berdoa “Rabbana taqabbal minna sholatana wa shiyamana wa qiyamana wa ruku’ana wa sujudana wa takhasysyu’ana wa tadharru’ana wa ta’abbudana wa tammim taqshirana Yaa Allah Yaa arhamarrahimin”," ungkap Rektor UNS.

Untuk itu, kata Prof Jamal, marilah kita tingkatkan terus ketaqwaan itu dengan senantiasa menta`ati semua perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya sampai kapanpun. Sungguh berbahagia orang-orang yang selalu bertaqwa, karena taqwa adalah bekal hidup yang sebenarnya, untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat nantinya.

"Rasanya kita patut bersyukur, karena hari kemenangan umat muslim se dunia tahun ini, tepat bersamaan dengan peringatan hari Pendidikan Nasional di Indonesia," ujarnya.

Berbicara mengenai pendidikan, lebih lanjut Prof Jamal,  Islam sangat menjunjung tinggi pendidikan dan ilmu pengetahuan, maka bagi umat Islam, hal ini merupakan prioritas utama yang harus diperhatikan. Pendidikan adalah perkara besar, yang harus benar-benar diperhatikan secara sadar, "bahkan pendidikan itu merupakan amanat Allah Yang Maha besar, yang harus dilaksanakan oleh  setiap muslim sehingga menjadi insan yang pintar," tandasnya. 

Lebih lanjut Prof Jamal menyitir Hadis, ”Semua anak itu dilahirkan dalam keadaan fitrah (kejadian asal pertamanya adalah islam), sehingga   lisannya bisa berbicara. Adapun kedua orang tuanya itulah yang menyebabkan anak tadi menjadi Yahudi,atau Nasrani,atau menjadi majusi’.(HR.Thabrani dan Baihaqi).

Bila kita perhatikan hadis, menurut Rektor UNS,  maka menjadi jelas, bahwa orang tua mempunyai tugas, di dalam membentuk kepribadian anak agar cerdas. Anak akan tumbuh menjadi orang yang shalih, berbudi luhur, cerdas dan terampil, jika orang tua benar-benar memperhatikan pendidikan anaknya. Sebaliknya anak bisa tumbuh menjadi orang sesat, berakhlak jahat, bodoh dan tak bertanggung jawab jika orang tua tidak memperhatikan pendidikan anaknya.


Menurut Rektor UNS, pada hakekatnya pendidikan anak adalah tanggung jawab kita selaku orang tua, tidak tanggung jawab guru/dosen semata. Guru/dosen hanya di suatu lembaga yang membantu kita dalam mendidk anak-anak kita. "Allah menegaskan kepada kita dalam firman-Nya agar senantiasa tidak meninggalkan generasi dalam keadaan lemah iman dan pengetahuan dibelakang hari," kata Prof Jamal.

Jelaslah kita, kata Prof Jamal, bahwa pendidikan tidak hanya pada lembaga formal saja, namun pendidikan informal juga sangat penting seperti mengajak sholat berjamaah dan diajari sopan santun amatlah penting. Dis amping mendidik anak agar tidak bodoh, juga mengenal Allah. Sebaliknya orang tua yang acuh tak acuh, tidak memberikan pendidikan agama kepada anaknya, sehingga orang tua tersebut mati dengan meninggalkan anak/keturunan dalam keadaan bodoh, maka dia akan berdosa dan ikut menanggung dosa atas perbuatan anaknya. 

Sementara itu, dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Dr. H. Hakimudin Salim, LC,MA menjadi imam dan khotib Sholat Iedul Fitri di Lapangan Edutorium UMS, Senin (2/5). Dihadiri oleh ribuan civitas akademika UMS dan warga sekitar. 






Tags

Masukan Pesan

Silahkan masukan pesan melalui email kami.