UNS dan LPS Perkuat Kolaborasi Melalui Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama
UNS dan LPS Perkuat Kolaborasi Melalui Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama
Penandatanganan PKS dilakukan oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, Internasionalisasi, dan Informasi UNS, Prof. Irwan Trinugroho, S.E., M.Sc., Ph.D., yang didampingi oleh Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si. Dari pihak LPS, penandatanganan dilakukan oleh Plt. Kepala Kantor Persiapan PRP dan Hubungan Lembaga LPS, Herman Saherudin, yang turut didampingi oleh Ketua Dewan Komisioner LPS, Prof. Dr. Anggito Abimanyu, M.Sc.
Kerja sama ini mencakup berbagai bidang strategis, antara lain pengembangan kompetensi mahasiswa melalui program magang di LPS, peningkatan kapasitas dosen melalui kegiatan visiting scholar, serta pendanaan penelitian di bidang perbankan, keuangan, akuntansi, penilaian dan pengelolaan aset, asuransi, aktuaria, analitik data, dan stabilitas sistem keuangan. Selain itu, kerja sama ini juga mencakup pendanaan disertasi mahasiswa dan penyelenggaraan sosialisasi terkait fungsi serta peran LPS dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.
Dalam sambutannya, Rektor UNS, Prof. Hartono, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kepercayaan LPS kepada UNS. Beliau menyebut bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap gerakan nasional literasi keuangan yang diinisiasi oleh Forum Koordinasi Pembiayaan Pembangunan melalui Pasar Keuangan (FK-PPPK), yang terdiri dari LPS, Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, dan Otoritas Jasa Keuangan.
“Kerja sama UNS dan LPS telah berjalan intensif sejak tahun 2013. UNS merupakan satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki mata kuliah utuh tentang Penjaminan Simpanan dan Stabilitas Keuangan yang telah diterapkan sejak 2024 di enam program studi pada empat fakultas,” ujar Prof. Hartono.
Beliau menambahkan bahwa berbagai riset bersama antara UNS dan LPS telah menghasilkan publikasi internasional, policy brief, serta model implementatif seperti dashboard indeks kepercayaan deposan. Lebih lanjut, Prof. Hartono menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar kemitraan program, tetapi juga bagian dari strategi UNS untuk memperkuat reputasi global dan memberikan kebermanfaatan nasional. Beliau berharap kolaborasi ini dapat terus berkembang melalui kegiatan pengembangan kompetensi dan riset yang relevan dengan kebutuhan industri keuangan.
Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner LPS, Prof. Anggito Abimanyu, menjelaskan bahwa kerja sama ini menggambarkan harmoni kontribusi antara dunia pendidikan dan lembaga keuangan negara. Beliau menyebut bahwa lebih dari 40 ribu sivitas akademika UNS telah menjadi nasabah bank, dan 18 alumni UNS kini bekerja di LPS. Di sisi lain, LPS akan memberikan beasiswa kepada 20 mahasiswa UNS, mendukung penelitian dosen, serta menyediakan program magang bagi mahasiswa dan dosen praktik di LPS pada 2026.
“UNS adalah kampus pertama yang saya kunjungi. UNS yang paling agresif bekerja sama dengan LPS. Jadi, hari ini kami berikan (timbal balik) kerja sama yang paling banyak. Mereka (para perguruan tinggi) sudah membantu kami. Sebagian kami kembalikan dalam bentuk tanggung jawab sosial,” ujar Prof. Anggito.
Melalui penandatanganan PKS ini, UNS dan LPS berkomitmen untuk memperluas kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat, serta turut mencetak generasi muda yang berdaya saing tinggi di sektor keuangan nasional.