News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

BEM UNS Beri Edukasi Pentingnya Sanitasi dan Pengelolaan Limbah Pangan di Desa Gebang, Wonogiri

BEM UNS Beri Edukasi Pentingnya Sanitasi dan Pengelolaan Limbah Pangan di Desa Gebang, Wonogiri

 

BEM UNS Beri Edukasi Pentingnya Sanitasi dan Pengelolaan Limbah Pangan di Desa Gebang, Wonogiri



ditulis kembali oleh Eko Prasetyo (www.Alexainfoterkini.com)

WONOGIRI – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Desa Gebang, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri. Mereka menyelenggarakan kegiatan “Pelatihan Higiene dan Sanitasi pada Mitra Industri Brem untuk Meningkatkan Mutu dan Keamanan Pangan” pada Minggu (9/11/2025). Acara diikuti anggota PKK dan para pengrajin brem sebagai peserta utama.

Pelatihan tersebut merupakan bagian dari Pengabdian Masyarakat BEM UNS Tahun Pendanaan 2025. Mereka mendapat dukungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) melalui program Mahasiswa Berdampak. Ketua tim pelaksana, Dr. Haris Nugroho, S.Pd., M.Or., memastikan kegiatan berjalan dengan baik dengan melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari proses pemberdayaan. Program ini dirancang untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam memberdayakan masyarakat.


Pengelolaan Limbah dan Sanitasi Industri Pangan Demi Keberlanjutan

Pada sesi awal, peserta mendapatkan penjelasan mengenai urgensi pengelolaan limbah pangan untuk mendorong praktik produksi yang lebih berkelanjutan. Peserta mempelajari pemilahan limbah padat dan cair, teknik pengolahan sisa bahan, serta pemanfaatan residu produksi menjadi dodol sebagai produk tambahan. Upaya ini diharapkan mampu mengurangi pemborosan bahan baku dan mendukung peningkatan ekonomi UMKM desa.

Pelatihan kemudian berlanjut mengenai sanitasi industri pangan. Materi disampaikan oleh Dr. Dimas Rahadian Aji Muhammad, S.TP., M.Sc., yang memberikan penjelasan aplikatif berbasis standar keamanan pangan industri kecil menengah. Peserta memperoleh pemahaman mengenai sanitasi lingkungan produksi, peralatan, dan tenaga kerja. Mereka juga mempelajari pentingnya pengaturan tata letak produksi yang rapi, pengendalian debu, pemisahan zona produksi, serta kebutuhan ventilasi dan pencahayaan yang tepat.


Dalam pemaparannya, Dr. Dimas Rahadian menekankan pentingnya sanitasi bagi kualitas produk pangan lokal. Ia menyampaikan bahwa perbaikan sanitasi merupakan langkah penting untuk meningkatkan mutu brem sebagai produk unggulan Desa Gebang. Ia juga mengapresiasi partisipasi aktif warga yang menunjukkan komitmen untuk memperbaiki standar produksi mereka.

Warga memberikan respons positif terhadap kegiatan ini. Para pengrajin brem mulai memahami pentingnya peningkatan sanitasi bagi konsistensi mutu produk. Sementara itu, anggota PKK menunjukkan minat besar terhadap pemanfaatan limbah menjadi peluang usaha baru. Pemerintah desa menilai kegiatan ini sebagai dukungan penting bagi UMKM brem untuk berkembang secara berkelanjutan tanpa meninggalkan nilai budaya yang melekat pada produk tersebut.

Kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan masyarakat dalam kegiatan ini menjadi bukti komitmen UNS dalam menghadirkan pengabdian yang berdampak. Melalui pelatihan ini, diharapkan praktik sanitasi yang lebih baik serta pengelolaan limbah yang produktif dapat diterapkan secara berkelanjutan. Langkah kecil ini menjadi bagian penting dalam memperkuat daya saing UMKM brem Desa Gebang di pasar yang semakin kompetitif.

“Program ini menegaskan kontribusi mahasiswa dalam mendorong kualitas produksi UMKM pangan sekaligus memperkuat kesadaran terhadap pentingnya sanitasi dan pengelolaan limbah dalam industri pangan rakyat,” ujar Dr. Dimas Rahadian.


Program ini juga mencerminkan dukungan BEM UNS terhadap SDG 6 tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak. Kegiatan ini berkontribusi pada peningkatan kualitas air melalui pengurangan polusi, pengolahan limbah, dan peningkatan penggunaan kembali bahan yang aman. Pelatihan ini turut mendukung pengelolaan sanitasi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan bagi masyarakat desa.

Tags

Masukan Pesan

Silahkan masukan pesan melalui email kami.