News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

UMS Teguhkan Komitmen Kampus Bebas Perundungan

UMS Teguhkan Komitmen Kampus Bebas Perundungan

UMS Teguhkan Komitmen Kampus Bebas Perundungan 


Gedung Induk Siti Walidah UMS

ditulis kembali oleh Eko Prasetyo (www.Alexainfoterkini.com)

SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus meneguhkan komitmennya dalam mewujudkan lingkungan akademik yang aman, bermartabat, dan berlandaskan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). 

Komitmen tersebut ditegaskan melalui Kajian Webinar Series #54 bertema “Kampus Bebas Perundungan, Diskriminasi, dan Tindakan Amoral”, yang diselenggarakan secara daring pada Kamis (18/12).


Pemaparan Materi dari Kombes Pol (Purn) Drs. H. Muhammad Jamaludin Ahmad, S.Psi

Webinar ini menghadirkan Ust. Kombes Pol (Purn) Drs. H. Muhammad Jamaludin Ahmad, S.Psi., Ketua Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting, dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, sebagai narasumber utama. Adapun moderator kegiatan adalah Moh. Indra Bangsawan, S.H., M.H.

Kegiatan dibuka dengan pembacaan basmalah dan ayat suci Al-Qur’an, kemudian dilanjutkan sambutan pimpinan universitas yang diwakili oleh Wakil Rektor III UMS, Dr. Mutohharun Jinan, M.Ag. 

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa tema kajian ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk menciptakan kampus sebagai safe academic space atau ruang yang aman bagi seluruh sivitas akademika untuk tumbuh, belajar, dan berkembang.

“Webinar Series Al-Islam dan Kemuhammadiyahan ini telah dilaksanakan secara istiqamah selama kurang lebih 4,5 tahun, dan menjadi forum penguatan ideologi serta nilai-nilai Kemuhammadiyahan bagi dosen dan tenaga kependidikan UMS,” ungkapnya. 

Kajian ke-54 ini, lanjutnya, dinilai relevan dengan berbagai upaya UMS dalam membangun kampus sehat, termasuk komitmen kampus bebas perundungan, diskriminasi, tindakan amoral, serta kebijakan kampus bebas asap rokok.


Pemaparan Materi dari Kombes Pol (Purn) Drs. H. Muhammad Jamaludin Ahmad, S.Psi

Dalam pemaparannya, Ketua LPCRPM Jamaludin Ahmad menyoroti bahwa perundungan, diskriminasi, dan tindakan amoral merupakan fenomena serius yang saat ini terjadi di berbagai institusi, termasuk lembaga pendidikan. 

Ia menegaskan bahwa kampus, terlebih kampus beridentitas Islam, harus menjadi garda terdepan dalam menghadirkan lingkungan yang aman dan berkarakter.

“Perundungan dan diskriminasi bahkan terjadi di institusi-institusi yang seharusnya menjadi teladan. Jika hal ini terjadi di kampus, dampaknya sangat besar karena kampus adalah tempat lahirnya generasi berilmu dan berakhlak,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa maraknya kasus kekerasan di dunia pendidikan menjadi keprihatinan bersama. Oleh karena itu, diperlukan komitmen moral, spiritual, dan kelembagaan untuk mencegah terjadinya perundungan, diskriminasi, maupun tindakan amoral di lingkungan kampus.

Melalui kajian ini, ia berharap seluruh sivitas akademika semakin memiliki kesadaran kolektif untuk menjaga marwah kampus sebagai institusi pendidikan Islam yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kokoh dalam nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan akhlakul karimah. (Fika/Humas)

Tags

Masukan Pesan

Silahkan masukan pesan melalui email kami.