Kuliah Dhuha 27 Jumadil Akhir 1447 H JEJAK PENGABDIAN oleh Ustadz Ipmawan Muhammad Iqbal
JEJAK PENGABDIAN
0leh Ustadz Ipmawan Iqbal
(Kuliah Dhuha Edisi 27 Jumadil Akhir 1447)
ditulis kembali oleh Eko Prasetyo (www.Alexainfoterkini.com)
Rabu pagi itu kami menghadiri penutupan program Bina Desa yg telah berlangsung hampir enam bulan oleh adik2 mahasiswa BEM Universitas Islam Batik Surakarta di Desa Joho, Mojolaban, Sukoharjo. Momen sederhana namun sarat makna, ketika pengabdian bertemu perpisahan, dan ilmu menemukan nilainya dlm kebersamaan, kehadiran tulus, serta jejak kemanusiaan yg akan terus hidup di tengah masyarakat.
Teringat kisah Mohamad Kasim Arifin yg bermula pada 1964, ketika mahasiswa IPB asal Aceh ini berangkat ke Waimital, Pulau Seram, dlm tugas akademik 3 bulan. Mahasiswa Kasim menyaksikan para transmigran hidup terlantar, kelaparan, dan terisolasi. Nurani Kasim terusik: pulang membawa gelar atau tinggal menolong sesama. Memilih tetap tinggal, dan tiga bulan pengabdian itu menjelma menjadi lima belas tahun kesetiaan.
Kasim melebur menjadi “Antua” bagi warga Desa Gemba; hidup sederhana tanpa sepatu, tanpa jabatan, dan tanpa fasilitas. Bersama rakyat membuka jalan, membangun irigasi tanpa semen, menghidupkan pertanian, dan merawat persaudaraan. Ilmu yg dimiliki tak berhenti sebagai teori, tetapi menjelma menjadi kerja nyata dan pengorbanan. Saat teman2nya meraih posisi terhormat, Kasim justru menemukan makna ilmu yg sejati: kehadiran dan tanggung jawab kemanusiaan.
Lima belas tahun kemudian, ia pulang demi bakti kpd ibunya. IPB menyambutnya bukan sebagai mahasiswa gagal, tetapi sebagai teladan hidup. Ia tak menulis skripsi di atas kertas; kisah pengabdiannya direkam, ditranskrip, dan diwisudakan. Saat namanya dipanggil, seluruh aula berdiri dan menangis. Kasim Arifin mengajarkan kita bahwa ukuran keberhasilan bukan seberapa tinggi gelar, tapi seberapa dlm jejak kemanusiaan yg kita tinggalkan. Di tengah bangsa yg sering gaduh mencari pengakuan, kisahnya adlh cermin sunyi: bahwa pengabdian yg tulus, meski bekerja dlm senyap akan selalu menemukan jalannya menuju keabadian. Allāhu a‘lamu bish-shawāb.