Dukung Pencegahan Stunting, FK UMS Gelar APKKM di Puskesmas Kalijambe Sragen
Dukung Pencegahan Stunting, FK UMS Gelar APKKM di Puskesmas Kalijambe Sragen
Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat Asosiasi Pendidikan Kedokteran dan Kesehatan Muhammadiyah (APKKM).
Kegiatan yang terselenggara atas hibah APKKM ini dilakukan dengan menggelar edukasi pencegahan stunting di Puskesmas Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Acara itu turut menghadirkan dua orang narasumber dari FK UMS, yakni dr. Restu Triwulandani Tolibin, Sp.A. dan dr. Nining Lestari, M.P.H., FISPH., FISCM.
“Sasaran kegiatan kami adalah kader desa dan petugas kesehatan di layanan primer,” terang Restu saat dihubungi pada Jumat (2/1/2026).
Restu turut menjelaskan kepada peserta mengenai apa itu stunting dan penyebabnya. Menurut dia, stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis. Pencegahannya perlu dilakukan sejak dini dengan memantau pertumbuhan dan deteksi awal perlambatan pertambahan berat badan bayi.
Ia menegaskan Kecamatan Kalijambe diharapkan mampu menurunkan angka stunting pada balita hingga kurang dari 10 persen. “Peran aktif kader dan tenaga kesehatan menjadi sangat krusial dalam pendampingan edukasi nutrisi pada keluarga dan balita,” imbuh dia.
Restu membeberkan jumlah kasus stunting di Kecamatan Kalijambe tahun 2025 berkisar 10-13 persen. “Per November kemarin sebanyak 11 persen atau sekitar 308 anak,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Nining Lestari menekankan pentingnya pencegahan stunting sejak seribu hari pertama kehidupan. Masa seribu hari pertama itu harus diisi dengan perbaikan gizi ibu dan anak, pemberian air susu ibu (ASI) dan makanan pengganti ASI yang tepat, serta pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal.
“Pengenalan pangan lokal ini sebagai upaya edukasi dan intervensi gizi untuk jabang bayi,” ujar Nining.
Nining mengatakan pengentasan stunting tidaklah mudah. Kurangnya akses nutrisi yang cukup dan seimbang, pendidikan dan kesadaran tentang gizi, akses layanan kesehatan, serta masalah sanitasi dan kebersihan lingkungan masih menjadi tantangan tersendiri dalam upaya mencegah stunting.
Perlu upaya komprehensif dan terkoordinasi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, organisasi nonpemerintah, dan masyarakat. “Dengan edukasi dan partisipasi masyarakat yang aktif, diharapkan angka stunting dapat ditekan dan anak-anak Indonesia dapat tumbuh sehat serta berkembang dengan optimal,” harap Nining optimis.
Kegiatan yang digelar pada 23 Desember 2025 ini menjadi langkah FK UMS untuk memperkuat kapasitas kader dan petugas kesehatan sebagai garda terdepan pencegahan stunting. Sejalan dengan tagline Puskesmas Kalijambe, “Cegah Stunting Itu Penting”.
“Kegiatan ini diharapkan mampu mendukung percepatan pencapaian target penurunan stunting secara berkelanjutan dan meningkatkan kualitas kesehatan generasi masa depan,” pungkas Nining. (Penulis: Gede Arga Adrian - Editor: Al Habiib Josy Asheva)