News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Dunia Teknologi Jadi Jalan Berkarya

Dunia Teknologi Jadi Jalan Berkarya

 

Dunia Teknologi Jadi Jalan Berkarya





ditulis kembali oleh Eko Prasetyo (www.Alexainfoterkini.com)

Kompetisi Pertama yang Tak Terencana

Di balik deretan medali yang diraih Dizzo Violeta, ia bukanlah sosok yang sejak awal percaya diri mengikuti perlombaan. Mahasiswa Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) itu tumbuh sebagai anak yang cenderung pendiam, nyaris tak pernah membayangkan dirinya akan menembus ajang-ajang inovasi bergengsi. 

Dizzo tumbuh di Banten mengikuti orang tuanya yang merantau sejak ia kecil. Ayahnya bekerja sebagai supervisor di pabrik kertas, sementara ibunya kini berperan sebagai ibu rumah tangga setelah sebelumnya sempat bekerja di pabrik sepatu. 

“Saya lahir di Madiun. Cuma pas kecil, ayah dan ibu langsung merantau ke Banten. Di kabupaten saya tinggal, lingkungan pendidikan di sana bisa dibilang minim akses kompetisi,” ucap sulung kelahiran 2004 itu akhir Desember lalu. 

Dalam keterbatasan lingkungan tersebut, Dizzo menempuh pendidikan menengah jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) di SMKN 1 Kragilan, Banten. Ia banyak bertumpu pada proses belajar mandiri, bukan hasil dari fasilitas atau arahan khusus.

Lingkungan akademik di sekitarnya kala itu belum memberi ruang luas bagi siswa untuk bermimpi menembus kompetisi besar. Pengalaman lomba pertamanya pun terjadi nyaris tanpa persiapan. 

Saat itu, sekolahnya harus mengirim perwakilan lomba pembuatan web dalam Lomba Kompetisi Siswa (LKS) 2022 Tingkat Provinsi Banten. Kandidat utama, kakak kelasnya terpaksa mengundurkan diri karena suatu hal. Dizzo yang memiliki nilai akademik yang baik, akhirnya terpilih untuk menggantikan kakak kelas tersebut.

Dizzo mengaku kompetisi pertamanya mewakili SMKN 1 Kragilan tak membuahkan hasil. Namun justru di situlah titik baliknya bermula.

“Dari situ saya sadar, lomba itu ternyata tidak semenakutkan yang saya bayangkan,” ujar mahasiswa semester 7 itu. 

Kekalahan pertama itu menjadi pemicu. Dizzo mulai melihat kompetisi sebagai ruang belajar, bukan sekadar ajang menang-kalah.

Lecutan lain datang dari orang tua Dizzo sendiri. “Orang tua saya selalu bilang, kerja fisik di pabrik itu berat. Mereka ingin saya punya pilihan hidup yang lebih baik, kebanyakan atasan ayah saya katanya mahir teknologi informasi,” tutur Dizzo.

Belajar UI/UX di FOSTI UMS

Selepas SMK, lokasi perguruan tinggi menjadi pertimbangan utama Dizzo. Dia ingin berada di wilayah yang berdekatan dengan rumah nenek di Karanganyar.

Pilihan itu akhirnya membawa Dizzo ke Program Studi Teknik Informatika UMS. Program studi yang dirasanya tak jauh dari jurusan sewaktu sekolah kejuruan.

“Dari SMK saya sudah kenal coding,” katanya. Ia kemudian mulai mencari celah lain dalam dunia informatika, bidang yang tetap berbasis teknologi, namun lebih dekat dengan sisi visual.

Perjumpaan Dizzo dengan dunia antarmuka atau User Interface/User Experience (UI/UX) terjadi saat ia aktif di Forum Open Source Teknik Informatika (FOSTI) UMS. Ia bergabung sejak awal masa kuliah, diajak oleh senior yang ia kenal saat kegiatan orientasi.

FOSTI memiliki beberapa bidang pengembangan, mulai dari pemrograman, keamanan siber, hingga UI/UX. Pilihannya jatuh pada bidang UI/UX.

“UI/UX itu penuh warna. Kalau dua pilihan bidang yang lain itu saya sudah pernah terlibat dan cukup ada ilmu di sana, sementara UI/UX belum pernah sama sekali,” katanya antusias.

Dizzo mulai mendalami UI/UX secara otodidak, memanfaatkan tools seperti Figma dan Canva. Tidak berhenti di level pengguna, Dizzo perlahan mengambil peran lebih besar di organisasi. Hingga akhirnya, ia dipercaya menjadi kepala bidang UI/UX FOSTI UMS.

Sebagai kepala bidang, ia tidak hanya mengelola program kerja, tetapi juga menjadi pengajar dalam kelas internal UI/UX yang terbuka untuk umum. “Saya memilih terlibat langsung supaya bisa belajar bareng juga,” ujar dia.

Rancang Aplikasi Kesehatan

Aktivitas organisasi membuka jalan Dizzo menuju kompetisi. Berawal dari lomba internal kampus, di mana ia meraih juara tiga dalam Challenge Pelatihan Himafos UMS bersama Odama Studio tahun 2023. 

“Dari situlah, jejaring terbentuk dengan sendirinya,” katanya.

Sejak semester 4, Dizzo mulai rutin mengikuti lomba. Mayoritas di bidang inovasi aplikasi dan bisnis digital. Salah satu yang paling berkesan baginya adalah International Entrepreneurship Festival of Business Administration (IEFBA) Nextplay 2025, di mana timnya meraih juara tiga tingkat internasional.

Dalam kompetisi tersebut, Dizzo menjadi satu-satunya mahasiswa teknik informatika di timnya. Ia bertanggung jawab penuh atas perancangan prototipe aplikasi, mulai dari struktur, tampilan, hingga alur pengalaman pengguna. 

Produk yang dikembangkan merupakan aplikasi kesehatan terpadu, menggabungkan fitur nutrisi, konsultasi, dan marketplace produk sehat. “Biasanya lomba itu sistemnya kumpul poin. Tapi yang ini benar-benar head to head dengan banyak tim. Jadi tekanan saat itu bikin kompetisi terasa sulit,” katanya. 

Selain IEFBA, Dizzo juga menorehkan prestasi di berbagai ajang internasional lain melalui inovasi aplikasi berbasis kesehatan dan gizi. Pada Global Youth Innovators Competition 2024 dan 2025, misalnya, ia merancang aplikasi StunApp, sebuah platform screening dini stunting yang memungkinkan orang tua memantau tumbuh kembang anak usia 0-5 tahun melalui input data berat dan tinggi badan, dilengkapi fitur edukasi serta konsultasi.

Inovasi serupa juga membawanya meraih medali emas World Youth Invention and Innovation Award, serta medali emas dan The Indonesian Young Scientist Association Grand Prize pada World Invention Competition and Exhibition 2025. Dalam ajang-ajang tersebut, Dizzo berperan merancang antarmuka sekaligus prototipe aplikasi kesehatan terpadu yang menggabungkan fitur healthy market untuk produk UMKM, edukasi gizi, nutri planner, nutri impact tracker.

Terbaru, Dizzo dan rekannya mencoba menambahkan fitur AI konsultasi kesehatan yang merujuk pada jurnal dan literatur ilmiah pada aplikasi yang sebelumnya telah dikembangkan. Fitur ini dirancang untuk memberikan jawaban berbasis referensi, sehingga tidak sekadar spekulatif. 

“Tujuannya bukan menggantikan dokter, tapi memberi akses awal yang mudah dan gratis,” jelas Dizzo.

Aplikasi tersebut kini dipersiapkan untuk diikutsertakan pada ajang Thailand Inventors’ Day 2026. Untuk kebutuhan kompetisi itu, Dizzo dan tim melakukan rebranding aplikasi, penyempurnaan fitur AI, serta penguatan pada aspek antarmuka dan pengalaman pengguna agar solusi yang ditawarkan tidak hanya fungsional, tetapi juga mudah diakses oleh masyarakat luas.


Selain aktif berkompetisi, Dizzo juga tak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengikuti Program Magang Studi Independen Bersertifikat (MSIB) Kampus Merdeka Batch 7 Tahun 2024. Dizzo lolos jalur Studi Independen di PT Lingkaran Edukasi Kreatif, Jakarta, dengan memilih bidang UI/UX.

Di sana, Dizzo terlibat dalam proyek nyata pengembangan aplikasi layanan kesehatan digital, mirip Halodoc, dengan pendekatan berbasis riset UI/UX. Ia bekerja dalam tim kecil, menjalani proses dari riset pengguna hingga pembuatan prototipe fungsional.

Secara blak-blakan Dizzo mengaku ingin terus mendalami bidang UI/UX. Ia ingin berkarier sebagai desainer UI/UX professional. Opsi keduanya di bidang front-end development. 

Bekerja di perusahaan teknologi besar seperti Tokopedia atau Shopee menjadi impian yang ia kejar. “Ada kepuasan sendiri kalau bisa bilang ke keluarga, ini hasil desain saya,” kata dia.

Ia menyadari tantangan ke depan tidak ringan, terutama dengan hadirnya AI di dunia desain. Namun Dizzo melihatnya sebagai dorongan untuk terus meningkatkan kemampuan terutama di bidang prototyping dan animasi antarmuka, yang menurutnya masih membutuhkan sentuhan manusia.

“Saya juga terus menyemangati diri saya sendiri. Intinya jangan minder sama desain sendiri. Banyak-banyak cari inspirasi juga jangan berkecil hati kalau mendapat masukan,” pungkas Dizzo.

(Penulis: Genis Dwi Gustati; Editor: Al Habiib Josy Asheva; Desainer: Salsabila Kamila) Wardah




Tags

Masukan Pesan

Silahkan masukan pesan melalui email kami.