News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Salat Syuruq, Ibadah Pagi yang Sarat Keutamaan

Salat Syuruq, Ibadah Pagi yang Sarat Keutamaan

 

Salat Syuruq, Ibadah Pagi yang Sarat Keutamaan



ditulis kembali oleh Eko Prasetyo (www.Alexainfoterkini.com)

Bagi sebagian umat Islam, pagi hari setelah salat subuh sering kali berlalu begitu saja. Padahal dalam rentang waktu tersebut terdapat satu amalan sunah yang memiliki keutamaan besar, yakni salat syuruq. 

Salat syuruq kerap disebut memiliki pahala setara haji dan umrah, sebagaimana dijelaskan dalam hadits Nabi Muhammad SAW sebagai berikut:

مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِي جَمَاعَةٍ، ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ، ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ، كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ، تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ

Artinya: “Barangsiapa yang salat Subuh berjemaah, kemudian duduk berzikir kepada Allah hingga matahari terbit, lalu salat dua rakaat, maka baginya pahala seperti pahala haji dan umrah, sempurna, sempurna, sempurna.” (Hadis Riwayat Tirmidzi)

Banyak muslim yang masih kerap kebingungan, seperti apa itu salat syuruq? Kapan waktu terbaik salat syuruq? Apakah salat syuruq berbeda dengan salat duha? Bagaimana niat dan tata cara salat syuruq yang benar?

Dosen Fakultas Agama IslamDr. Isman, S.H.I., S.H., M.H., menjelaskan, pemahaman tentang salat syuruq perlu diletakkan dalam kerangka fikih yang tepat. Hal ini dimaksudkan agar muslim tak keliru dalam mengamalkannya.

Syuruq adalah Salat Duha di Awal Waktu

Menurut Isman, syuruq adalah sebutan bagi salat duha yang dikerjakan di awal waktu. Bukan salat sunah yang berdiri sendiri sebagai ibadah terpisah. 

“Sebelumnya agar tak bingung, salat syuruq juga biasa disebut dengan salat isyraq. Ibadah ini bagian dari duha, bukan ibadah yang terpisah. Ini merujuk pada penjelasan para ulama klasik yang tercatat dalam Al-Mawsu’ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah,” jelas Isman, Jumat (2/1/2026).

Penamaan isyraq sendiri, kata Isman, memiliki dasar dalam kitab Al-Qur’an. Salah satunya dalam Qur’an Surah Sad ayat 18, yang berbunyi:

اِنَّا سَخَّرْنَا الْجِبَالَ مَعَهٗ يُسَبِّحْنَ بِالْعَشِيِّ وَالْاِشْرَاقِۙ

Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Daud) pada waktu petang dan pagi (isyraq).”

“Sebagian ulama tafsir dari kalangan Syafi’iyah menafsirkan kata isyraq dalam ayat tersebut sebagai waktu pelaksanaan salat, yakni salat duha yang dikerjakan ketika matahari baru terbit dan mulai meninggi,” lanjutnya.

Pemahaman waktu syuruq menjadi hal penting agar ibadah ini tidak dikerjakan pada waktu yang makruh. Isman menjelaskan waktu pelaksanaan salat syuruq dimulai setelah matahari terbit dan meninggi setinggi satu tombak, yakni ketika waktu larangan salat setelah subuh telah berakhir.

Waktu syuruq diperkirakan sekitar 15-30 menit setelah matahari terbit. Rentang ini dianggap lebih aman dan hati-hati (ahwath) agar tidak jatuh pada waktu terlarang.

“Jika salat duha dikerjakan tepat di awal waktu inilah maka disebut salat syuruq atau isyraq. Jika dikerjakan lebih siang, maka ia disebut duha saja,” jelas Isman. Demikian perbedaan istilah syuruq dan duha yang hanya terletak pada waktu pelaksanaannya.

Tata Cara Salat Syuruq

Keutamaan salat syuruq tak terlepas dari tata cara pelaksanaannya. Isman menegaskan, untuk memperoleh keutamaan tersebut, ada urutan amalan yang perlu diperhatikan, di antaranya:

  • Melaksanakan salat subuh secara berjemaah
  • Duduk di tempat salat untuk berzikir dan tidak melakukan aktivitas sia-sia
  • Menunggu hingga matahari terbit dan meninggi
  • Melaksanakan salat dua rakaat

“Urutan ini penting. Jika seseorang langsung datang setelah matahari terbit tanpa salat subuh berjemaah dan zikir sebelumnya, maka ia tetap mendapat pahala salat duha. Namun tidak keutamaan khusus syuruq atau isyraq,” jelas dia.

Salah satu pertanyaan yang sering muncul juga terkait niat salat syuruq. Apakah ada bacaan niat khusus yang harus dilafalkan?

Isman menjelaskan niat salat syuruq cukup diniatkan sebagai salat sunah duha di dalam hati. Tidak ada tuntunan lafaz niat tertentu yang dibaca secara lisan, karena niat pada hakikatnya adalah amalan hati.

“Karena salat syuruq atau isyraq bagian dari duha, maka niatnya adalah salat sunah. Tidak ada bacaan niat khusus yang diajarkan Baginda Nabi SAW,” tegas Isman. Hal tersebut sejalan dengan tuntunan Muhammadiyah dalam Himpunan Putusan Tarjih (HPT), yang menekankan kesederhanaan niat dan berpegang pada dalil yang sahih.

Apa Doa Setelah Salat Syuruq?

Tidak ada doa setelah salah syuruq yang secara spesifik dicontohkan Rasulullah SAW. Seseorang hanya dianjurkan untuk memperbanyak doa dan zikir secara umum.

“Karena waktu antara subuh hingga terbit matahari diisi dengan zikir, maka setelah salat syuruq seseorang boleh membaca doa apa pun yang bersifat umum sesuai sunah,” ujar Isman. Zikir pagi, tasbih, tahmid, dan doa-doa kebaikan dunia-akhirat menjadi amalan yang dianjurkan untuk mengisi waktu tersebut.

Dalam perspektif tarjih Muhammadiyah, salat syuruq dipahami sebagai salat duha yang masyru’ (disyariatkan) apabila dikerjakan di awal waktu. Hal ini telah ditegaskan dalam Fatwa Tarjih Muhammadiyah tahun 2009.

“Mari kita mengamalkan salat ini dengan benar. Tak lain, tak bukan untuk meraih keutamaan besar yang dijanjikan Rasulullah SAW,” tutup Isman mengingatkan.


(Penulis: Genis Dwi Gustati ; Editor: Al Habiib Josy Asheva)


Tags

Masukan Pesan

Silahkan masukan pesan melalui email kami.