News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

UNS dan Grenoble, Prancis Bahas Solusi Fotokatalisis untuk Limbah Batik Laweyan, didukung Hibah IRN EQUITY LPDP 2025

UNS dan Grenoble, Prancis Bahas Solusi Fotokatalisis untuk Limbah Batik Laweyan, didukung Hibah IRN EQUITY LPDP 2025

 

UNS dan Grenoble, Prancis Bahas Solusi Fotokatalisis untuk Limbah Batik Laweyan, didukung Hibah IRN EQUITY LPDP 2025



SOLO -  Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta bersama Laboratoire TIMC–Grenoble, Prancis, kembali memperkuat jejaring riset internasional melalui forum diskusi yang berfokus pada pengembangan teknologi fotokatalisis ramah lingkungan untuk penanganan limbah batik di kawasan Laweyan. Agenda ini terselenggara dalam kerangka International Research Network Program EQUITY  The Impact Rankings 2025, yang memperoleh dukungan pendanaan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Program riset tersebut dipimpin oleh Dr. Maria Ulfa, S.Si., M.Si., dengan anggota tim Dr. Nanik Dwi Nurhayati, S.Si., M.Si., Agung Nugroho Catur Saputro, S.Pd., M.Sc., serta beberapa mahasiswa UNS.

Pertemuan ini turut menghadirkan Michele Coletti, Ph.D. (Associate ProfessorGrenoble École de Management, Prancis) beserta tiga kolaborator internasional, yaitu Mustapha Belkhouja, Yosiena Gotzodi, dan Ashri Putri Rahadi, serta Anggraeni dari Universitas Telkom. Para peneliti berdiskusi mengenai strategi penurunan polutan cair serta peluang penerapan teknologi fotokatalisis pada skala industri di masa depan.

Sesi diskusi juga meninjau perkembangan penelitian berjudul “Synthesis of Carbon Nitride from Basmati Rice Husk Biomass from Pakistan for Photocatalytic Degradation of Methylene Blue”, yang memanfaatkan limbah sekam beras basmati sebagai prekursor karbon nitrida dengan struktur dan performa fotokatalitik yang tinggi, termasuk aspek manajemen bisnis dalam rencana hilirisasi. Pendekatan biomassa ini dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung penanganan limbah cair industri batik, terutama di kawasan heritage Laweyan.

Dalam pemaparannya yang dilakukan pada 1 Desember ini, tim menjelaskan bahwa karbon nitrida berbasis biomassa menunjukkan efektivitas tinggi dalam proses fotodegradasi di bawah cahaya tampak, sehingga mampu menurunkan intensitas warna dan toksisitas metilen biru secara signifikan. “Kerja sama dengan Grenoble semakin menguatkan peran UNS dalam menghadirkan solusi fotokatalisis yang relevan secara global namun tetap menjawab kebutuhan lokal,” ungkap Dr. Maria Ulfa, selaku Ketua Peneliti.

Pemanfaatan sekam beras basmati untuk sintesis karbon nitrida menjadi langkah inovatif karena bahan baku melimpah, berkelanjutan, dan berpotensi menghasilkan material fotokatalis berkinerja tinggi untuk pengolahan limbah batik. Teknologi tersebut juga berpeluang besar untuk diujicobakan pada instalasi pengolahan limbah di Kampung Batik Laweyan.


Michele Coletti, Ph.D., menekankan bahwa kolaborasi lintas negara seperti ini menunjukkan kemampuan riset global menghasilkan solusi konkret bagi persoalan lingkungan yang bersifat lokal. Dukungan pendanaan LPDP melalui Program IRN EQUITY menjadi pengungkit penting bagi riset berorientasi dampak, termasuk penerapannya pada industri kreatif dan program lingkungan berkelanjutan di Indonesia.

Bagi masyarakat Batik Laweyan, kehadiran teknologi fotokatalisis karbon nitrida menjadi harapan baru bagi keberlanjutan industri. Ketua FPKBL, Ir. Alpha Febela Priyatmono, MT., menyampaikan apresiasinya atas inisiatif yang digagas UNS. “Pengolahan limbah merupakan tantangan yang sudah lama kami hadapi. Dengan teknologi fotokatalisis yang sederhana dan aplikatif ini, para perajin semakin optimis untuk menghasilkan produk batik yang ramah lingkungan,” ujarnya.

Melalui dukungan International Research Network Program EQUITY – The Impact Rankings 2025 yang didanai LPDP, ruang lingkup riset dapat diperluas mulai dari pengembangan material, optimasi proses fotodegradasi, hingga rencana implementasi instalasi fotokatalis skala pilot di Laweyan. Inisiatif ini secara langsung mendukung pencapaian SDG 6 (Clean Water and Sanitation) melalui inovasi pengolahan limbah cair, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kemitraan internasional antara akademisi, industri kreatif, dan komunitas lokal.



Tags

Masukan Pesan

Silahkan masukan pesan melalui email kami.